Menteri Bahlil Optimis Indonesia Tak akan Masuk Daftar Pasien IMF
Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia mengaku telah mendengar soal adanya 28 negara yang kini tengah menjadi pasien Dana Moneter Internasional (IMF). Menurutnya, itu jadi bukti bahwa situasi ekonomi global kini tengah dalam keadaan gelap.
Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia mengaku telah mendengar soal adanya 28 negara yang kini tengah menjadi pasien Dana Moneter Internasional (IMF). Menurutnya, itu jadi bukti bahwa situasi ekonomi global kini tengah dalam keadaan gelap.
Namun, dia meyakini Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa memimpin Indonesia keluar dari kegelapan tersebut.
"Jadi ekonomi global ini lagi dalam keadaan gelap. Bagaimana Indonesia? Di balik kegelapan itu, ini pertarungan leadership pemimpin. Pak Jokowi, Presiden RI, sudah teruji dalam proses bagaimana mengendalikan Covid-19 dan ekonomi," ujarnya di Fairmont Hotel, Jakarta, Rabu (12/10).
Bahlil menambahkan, dunia yang kini dirundung awan gelap itu lantaran adanya ancaman resesi yang tengah dihadapi banyak negara. Meski begitu, dia optimis Jokowi bakal jadi juru selamat.
"Tentu resesi itu menjadi suatu momok. Tapi kalau saya confident, karena pak Presiden sangat hati-hati dalam membuat policy-nya. Sudah terbukti pada saat Covid-19, orang bahkan menganggap kita bukan siapa-siapa, bukan apa-apa," tuturnya.
"Tanpa bermaksud sombong, saya pikir kita punya resources yang banyak. Pasarnya juga baik. Insya Allah daya dukung populasi yang banyak ini membuat kita bisa mempertahankan diri dalam resesi ini," sambung Bahlil.
Supaya Indonesia tak ikut terjerumus dalam lubang resesi, pemerintah disebutnya terus berupaya untuk memperkuat ketahanan ekonomi di dalam negeri. Caranya, dengan membangkitkan potensi-potensi ekonomi mulai dari sektor terkecil seperti UMKM.
"Saya berterimakasih, saya di Kementerian Investasi itu bekerjasama dengan kementerian lain dalam membangun akses-akses infrastruktur untuk membangun pertumbuhan kawasan ekonomi baru," pungkas Bahlil.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Perang Rakyat Semesta, Luhut Minta Masyarakat Tanam Cabai dan Sayuran di Rumah
Ekonomi Dunia Anjlok, Ada Negara Maju Masuk Daftar Pasien IMF
Joe Biden Soal Resesi AS: Itu Belum Terjadi
IMF Pangkas Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global di 2023 Jadi 2,7 Persen
Sri Mulyani: Banyak Negara Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Krisis di Argentina, Uang Tidak Laku dan Masyarakat Barter Barang Penuhi Kebutuhan