Menteri Amran klaim sudah selamatkan 50.000 Ha lahan kekeringan
Kementan mendistribusikan 21.000 unit pompa air, namun hanya untuk daerah yang memiliki sumber air.
Kementerian Pertanian punya pekerjaan rumah besar menangani bencana kekeringan yang melanda berbagai daerah sejak awal tahun ini. Menteri Pertanian Amran Sulaiman menuturkan, pihaknya sudah mendistribusikan 21.000 unit pompa air serta memperbaiki 1,3 juta hektar jaringan irigasi tersier.
Daerah yang didistribusikan pompa air hanya daerah yang mempunyai sumber air. Semisal daerah sekitar Sungai Bengawan Solo dan Sungai Cimanuk Jawa Barat. Dengan upaya yang dilakukan, Mentan Amran mengaku sudah berhasil menyelamatkan puluhan ribu hektar lahan yang kekeringan.
"Sekarang ini kami mendistribusikan pompa air di daerah yang ada air, ini membuahkan hasil sekitar 40.000-50.000 hektar yang kita selamatkan," ujarnya di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (25/8).
Menurut Amran, sampai Agustus 2015 panen telah mencapai 76 persen. Namun, masih perlu diwaspadai panen yang akan dilakukan September-Oktober karena telah memasuki musim kemarau panjang atau musim kering.
"Pada September dan Oktober ini ada 15 persen panen yang kita jaga," jelas dia.
Langkah lain yang akan diambil untuk mengatasi kekeringan, membuat hujan buatan yang akan diprioritaskan di daerah-daerah endemis kekeringan. Semisal Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Lampung dan Sulawesi Selatan. Pihak Kementan sudah melakukan koordinasi dengan lembaga terkait untuk membuat hujan buatan seperti BPPT dan TNI AU.
Baca juga:
El nino, Kementan berencana bikin hujan buatan
Petani Indonesia dinilai mirip Amerika Serikat
April-Juli 2015, Kementan catat 19.724 hektar sawah gagal panen
Pedagang ayam ancam mogok, JK janji segera tekan harga pakan ternak
Stok jagung 1,6 juta ton, cukup untuk pakan ternak dua bulan