Menteri Airlangga: Industri Otomotif Korea dan Jerman Minat Investasi di Indonesia
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa Indonesia masih menjadi negara tujuan utama untuk lokasi investasi. Bahkan, adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan China, justru dinilai membawa peluang bagi Indonesia.
Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa Indonesia masih menjadi negara tujuan utama untuk lokasi investasi. Bahkan, adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan China, justru dinilai membawa peluang bagi Indonesia.
"Beberapa perusahaan ada yang sudah menyatakan minat investasi di Indonesia, seperti industri otomotif dari Korea dan Jerman. Juga ada salah satu perusahaan yang tengah melihat Batam untuk memproduksi smartphone," kata Menteri Airlangga dalam jumpa pers, di Kantornya, Jakarta, Rabu (19/12).
Menteri Airlangga menyebut, berdasarkan data Kementerian Perindustrian, hingga saat ini investasi industri nonmigas diperkirakan mencapai Rp 226,18 triliun sampai akhir tahun nanti. Angka ini lebih rendah dari realisasi total investasi di tahun sebelumnya yang mencapai Rp 274,8 triliun.
Meski tercatat turun, namun lima sektor terbesar investasi di akhir tahun ini didorong oleh industri bidang logam, komputer, barang elektronika, mesin dan perlengkapan hingga mencapai Rp 58,2 triliun. Sementara nilai investasi di sektor industri makanan minuman sebesar Rp 56,2 triliun.
"Industri kimia diperkirakan sebesar Rp 48,69 triliun, sementara alat angkutan mencapai Rp 17,44 triliun dan industri tekstil dan pakaian jadi capai Rp 8,75 triliun," katanya.
Adapun dari investasi tersebut, total tenaga kerja di sektor industri yang telah terserap di 2018 sebanyak 18,25 juta orang. Jumlah tersebut naik 17,4 persen dibanding tahun 2015 di angka 15,54 juta orang.
Baca juga:
Saham Industri Rokok Diprediksi Bakal Kinclong di 2019, Ini Penyebabnya
Menko Luhut Sebut Berkat IMF-World Bank Bali, Kini Mudah 'Jual' RI ke Investor
2019, BPKH Investasikan 20 Persen Dana Haji di Arab Saudi
Menteri Sri Mulyani Tak Puas Jateng Tempati Peringkat 6 Investasi Terbesar
Miliki 9 Mata Uang Asing Ini Sebagai Instrumen Investasi Peraup Untung Besar
PII Ajukan Suntikan Modal Rp 1 T Pada Pelindo II Untuk Ekspansi Usaha di 2019
DPD RI Jembatani Investor Asing dengan Kepala Daerah