LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Mentan soal Ekspor Pertanian Naik: Setara dengan Masa Orde Baru

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo lantas membandingkannya dengan angka ekspor pertanian sepanjang 2020 yang senilai Rp450,79 triliun, atau naik 15,54 persen dibanding tahun sebelumnya.

2021-08-30 18:00:00
Kementan
Advertisement

Ekspor pertanian tercatat tetap tumbuh positif selama pandemi Covid-19. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor pertanian periode Januari-Juli 2021 naik 8,72 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo lantas membandingkannya dengan angka ekspor pertanian sepanjang 2020 yang senilai Rp450,79 triliun, atau naik 15,54 persen dibanding tahun sebelumnya.

Syahrul menyatakan, pertanian jadi penyumbang ekspor terbesar pada tahun lalu dibanding sektor-sektor lainnya. Dia lantas menyamakan pencapaian tersebut setara dengan masa orde baru, di mana Indonesia kala itu kerap dianggap sebagai negara yang menjalankan program swasembada pertanian.

Advertisement

"Saya biasa mendramatisir, ini kenaikan hanya ada di orde baru yang lalu. Di zaman sekarang ada juga dua-tiga kali. Di era covid bisa naik 15,54 persen itu luar biasa. Dan itu menghasilkan Rp450 triliun lebih," ujarnya dalam sesi diskusi virtual bersama Podcast Nusantara Liputan6.com, Senin (30/8).

Kendati begitu, Mentan Syahrul tak menampik jika sektor pertanian pun turut kesulitan akibat pandemi Covid-19. Utamanya karena adanya pembatasan mobilisasi guna menangkar penyebaran.

"Kapal yang harusnya dari Jakarta ke Papua itu 40 kali, itu hanya terjadi 8 kali dalam sebulan. Ini menurun karena mobilitas ekonomi kita, dan itu jadi tantangan," ungkapnya.

Advertisement

Di sisi lain, kelebihan produksi yang tak dibarengi dengan permintaan besar pun turut jadi perhatiannya. Syahrul mencatat, dari 514 kabupaten di seluruh Indonesia, ada sekitar 60 kabupaten yang overstock sehingga menimbulkan dinamika negatif.

"Dari 7.000 kecamatan, kurang lebih 360 kecamatan yang bersoal. Oleh karena itu ini yang harus segera diselesaikan, mendekatkan langsung aja kepada masalah," pungkas Mentan Syahrul.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Inspiratif, Mantan Sopir di Garut Sukses Budi Daya Bibit Sayur & Beri Ilmu ke Pelajar
Ribuan Hektare Lahan Diserang Hama Tikus, Begini Nasib Petani di Tapanuli Selatan
Bukti Sektor Pertanian Kebal dari Dampak Covid-19, Ekspor Petani Gresik Meningkat
Pemprov Aceh Catat Luas Lahan Sawah Berkurang 80.485 Hektare
Purwakarta Segera Punya Pusat Agro Eduwisata, UMKM Dapat Bimbingan Pertanian Gratis

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.