Mentan Amran soal data pangan: Kita merujuk ke BPS
Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) hanya merujuk pada satu data terkait data hasil pangan RI, yakni data dari Badan Pusat Statistik (BPS).
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani berpendapat, siap memberikan rekomendasi data beras kepada Presiden Joko Widodo pada bulan depan.
Meski demikian, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) hanya merujuk pada satu data terkait data hasil pangan RI, yakni data dari Badan Pusat Statistik (BPS).
"Soal usulan Kadin ini tupoksinya sudah jelas. Kita merujuk ke BPS. Intinya pemerintah ini dari BPS," tuturnya di Gedung Kementan, Selasa (25/9).
Amran menambahkan, Kementan akan terus berupaya menggenjot transaksi ekspor RI. Ini dilakukanya dalam rangka mendukung para petani dalam negeri.
"Makanya teman-teman pengusaha importir tolong beli bawang saudara petani. Petani kita sudah susah berpayah tanam, hargailah," pungkasnya.
Sebelumnya, Rosan mengatakan perlunya satu data yang dijadikan rujukan agar terdapat kejelasan mengenai stok beras RI. Meski begitu, Amran menjelaskan, data pangan tidak terpaku pada beras semata, ada pangan lain yang turut tak kalah penting untuk diperhatikan.
"Bulog ini jangan hanya beras saja, ada juga 460 item lainya yang harus kita jaga selama 24 jam. Cabai saja ada 5 jenis," ujarnya.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Kementan temukan 1.300 pelanggaran sejak 2015, terbanyak di kinerja
Target Indonesia lumbung pangan, Mentan dorong jajarannya berpikir out of the box
Tiru China, bos Bulog punya ide simpan cadangan pangan Indonesia di luar negeri
Kementan mulai distribusikan 10 juta benih perkebunan untuk petani
NU sebut kisruh impor beras akibat data Kemendag, Kementan dan Bulog tak sama