LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Mentan Amran sebut 25.000 hektar sawah gagal panen

Gagal panen terjadi karena El Nino yang melanda Indonesia.

2015-08-25 15:28:39
Kekeringan
Advertisement

Kementerian Pertanian mengeluarkan data terbaru mengenai kondisi pertanian Indonesia. Tercatat, hingga kini sudah 25.000 hektar sawah atau lahan pertanian di Indonesia mengalami gagal panen (puso).

"Sampai hari ini puso kurang lebih 25.000 ha," ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Kemenko, Jakarta, Selasa (25/8).

Amran mengakui, gagal panen terjadi karena El Nino yang melanda Indonesia. Meski demikian, kondisi ini tidak merusak seluruh lahan pertanian. Amran mengatakan, El Nino hanya berdampak di wilayah selatan khatulistiwa.

Advertisement

Selanjutnya, untuk kawaasan yang tidak terkena dampak El Nino akan dioptimalkan.

"Sekarang ada distribusi pompa daerah yang ada air, seperti Bengawan Solo dan Sungai Cimanuk di Jawa Barat dan Jawa Timur. Ini ada 50 ribu hektar yang diselamatkan," jelas dia.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian mencatat sebanyak 40.627 hektar sawah mengalami puso atau gagal panen sepanjang musim hujan, Oktober 2014-Maret 2015. Itu sekitar 0,50 persen dari luas sawah di Tanah Air yang mencapai 8.186.545 hektar.

Advertisement

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementan Dwi Iswari mengatakan, puso terbesar diakibatkan oleh banjir yang melanda 34.222 hektar sawah. Ini terjadi di Aceh, Jawa Timur dan Banten.

Kemudian, puso disebabkan kekeringan seluas 5.929 hektar. Terjadi di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Jawa Tengah.

Selanjutnya, puso karena hama tanaman seluas 476 hektare. Kondisi terparah terjadi di Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Banten.

"Pusonya terjadi di Februari," ujar Dwi Iswari, Jakarta, Kamis (20/8).

Untungnya, luas sawah mengalami gagal panen pada musim kemarau, April-Juli 2015, menurun. Yakni, seluas 19.724 hektar atau 0,44 persen dari luas tanam 4.529.751 hektar.

Puso terbesar disebabkan kekeringan, seluas 10.696 hektar. Terjadi di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. "Puncaknya berlangsung Juni."

Baca juga:
Menteri Amran klaim sudah selamatkan 50.000 Ha lahan kekeringan
Atasi bencana kekeringan, teknik modifikasi cuaca disiapkan
El nino, Kementan berencana bikin hujan buatan
April-Juli 2015, Kementan catat 19.724 hektar sawah gagal panen
Petani Indonesia dinilai mirip Amerika Serikat

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.