MenPAN Klaim Program Pembangunan SDM Jokowi Lebih Populer dari Asean Games
Pemerintah tengah gencar menjalankan program pembangunan SDM. Pembangunan SDM bahkan menjadi program prioritas Presiden Jokowi pada periode kedua jabatannya. Menteri Syafruddin mengatakan salah satu upaya tengah dilakukan pemerintah adalah terus menggaungkan program tersebut agar diketahui dan dipahami.
Pemerintah tengah gencar menjalankan program pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM). Pembangunan SDM bahkan menjadi program prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada periode kedua jabatannya.
Menteri Syafruddin mengatakan salah satu upaya tengah dilakukan pemerintah adalah terus menggaungkan program tersebut agar diketahui dan dipahami.
Mantan Wakapolri ini pun mengatakan, sejak secara resmi digaungkan Presiden Jokowi dalam pidato 'Visi Indonesia', saat ini mayoritas masyarakat Indonesia telah terinformasi terkait dengan program pemerintah ini.
"Sekarang sudah menggaung ini menurut survei, setelah digaungkan oleh bapak presiden pada pidato orasi politik dan kebangsaannya. Sekarang sudah 80 persen masyarakat Indonesia memahami," kata dia, dalam Launching Program Double Degree Peningkatan Kapasitas ASN, di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (21/8).
"Paling tidak mengetahui bahwa Indonesia sekarang adalah pembangunan Sumber Daya Manusia," lanjut dia.
Kepopuleran program pembangunan SDM ini kata dia, bahkan melebihi perhelatan Asean Games beberapa waktu silam. "Tidak seperti Asean Games. Asean Games itu sudah satu tahun tapi baru 20 persen rakyat Indonesia yang tahu. Sekarang ini (pembangunan SDM) baru beberapa bulan sudah mengerti," ungkap dia.
Baca juga:
Pemerintah Siapkan Rp10 Triliun di 2020 Jalankan Program Kartu Pra Kerja
80 Persen Pegawai Perbankan Harus Paham Teknologi
Intip Berbagai Kebijakan Baru Presiden Jokowi Tingkatkan Kualitas SDM di 2020
2 Juta Orang Bakal Nikmati Program Kartu Pra Kerja di 2020
Presiden Jokowi Siapkan Langkah Mendorong Pengusaha Lokal Menjadi Pemain Kelas Dunia
Hadapi Gejolak Ekonomi Global, OJK Bakal Perkuat Sektor Unggulan
Menteri Bambang Ungkap Faktor Pengancam Indonesia Gagal jadi Negara Maju di 2045