Menkominfo Rudiantara Sambut Positif Merger DANA dan OVO
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan respons positif perihal kabar merger antara DANA dan OVO. Dia yakin ada argumen bisnis yang positif di balik rencana merger tersebut.
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara memberikan respons positif perihal kabar merger antara DANA dan OVO. Dia yakin ada argumen bisnis yang positif di balik rencana merger tersebut.
"Pasti mereka mempunyai alasan bisnis, yang bukan tambah jelek, (tetapi) tambah bagus," ujar Rudiantara di Jakarta, Selasa (17/9).
Meski begitu, dia enggan berkomentar dari segi regulasi, tetapi kombinasi tim engineering DANA dan OVO bisa menambah efisiensi bisnis. "Masing-masing punya tim engineering untuk ngembangin aplikasi, kalau digabung itu akan menjadi saving dari sisi bisnis," jelasnya.
Berdasarkan informasi, merger DANA-OVO sedang dalam tahap pembicaraan awal. Tujuan merger ini adalah agar menjadi penyedia jasa digital payment yang paling unggul di Indonesia.
OVO terafiliasi dengan Grab dan mendapat suntikan dana dari SoftBank. Sementara DANA terafiliasi dengan Ant Financial yang didukung oleh raksasa digital Alibaba. Rencananya Grab akan membeli saham DANA.
Indonesia sendiri menjadi target penting bagi perusahaan pembayaran digital mengingat kuatnya potensi pasar e-commerce lokal. Selain itu, lebih dari setengah penduduk Indonesia belum punya akun bank, tetapi memilih menggunakan transaksi digital.
Reporter: Tommy Kurnia
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Bank Indonesia Target Gopay Hingga LinkAja Terapkan QRIS Mulai 1 Januari 2020
KPPU: Kasus Monopoli OVO dan Mall Lippo Group Masuk Tahap Penyelidikan
Bayar Cilor Kini Bisa Pakai OVO Cs
2 Situasi Penting Penggunaan Uang Tunai Tidak Diperlukan
GoPay Siap Implementasikan Standar Acuan Pembayaran BI
Ayopop Gandengn LinkAja untuk Tingkatkan Ekosistem Digital Pembayaran Tagihan