LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Rizal sebut premi BPJS nelayan cuma setengah bungkus rokok

Nelayan hanya perlu membayar Rp 10.000 untuk jaminan kecelakaan kerja dan Rp 6.800 jaminan kematian.

2015-12-17 14:55:16
rizal ramli
Advertisement

Menteri Koordinator bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli mengapresiasi program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk nelayan. Melalui program ini, nelayan tidak perlu pusing jika terjadi kecelakaan dan harus berobat ke rumah sakit.

"Ini program bagus karena merupakan asuransi untuk nelayan. Kalau bapak kecelakaan di laut, bisa dirawat gratis oleh BPJS Ketenagakerjaan," kata Rizal di Pelabuhan Perikanan Nusantara, Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (17/12).

Rizal menjelaskan, program ini sebelumnya bernama Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) dan melindungi pekerja informal seperti nelayan. Apalagi dengan jaminan bisa dapat langsung diterima bila ada kecelakaan kerja di tengah laut.

Advertisement

"Jadi kalau bapak kecelakaan di laut, bisa dirawat gratis BPJS Ketenagakerjaan. Sementara tidak bekerja, anaknya dapat beasiswa. Dan kalau meninggal di laut, keluarga dapat 48 kali pendapatan nelayan," ujar Rizal.

Premi BPJS menurut Rizal juga tidak besar. Untuk jaminan kecelakaan kerja, nelayan hanya perlu membayar Rp 10.000 dan jaminan kematian sebesar Rp 6.800.

"Pemerintah memberikan 1.000 dulu untuk perkenalan. Biaya polisnya hanya setengah dari harga sebungkus rokok. Nanti tolong bapaknya supaya terus memegang polis asuransi ini," kata Rizal.

Advertisement

Di tempat yang sama, Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Elvyn G. Massasya menjelaskan perlindungan itu penting bagi para nelayan di Indonesia yang jumlahnya mencapai 16 juta orang. Menurutnya program ini masih terus berjalan dan ditargetkan dipakai oleh seluruh nelayan di Indonesia.

"Saat ini baru 10.000an nelayan yang baru jadi peserta di seluruh Indonesia. Sedangkan di Sibolga dan Tapanuli Tengah ada seratusan ribu nelayan yang diharapkan bisa jadi peserta," ujar Elvyn.

Baca juga:
Rizal Ramli: Tangkapan nelayan Sibolga dikirim ke semua wilayah NKRI
Dalam 5 tahun, pemerintah bakal bikin 5 ribu kapal untuk nelayan
Sertifikat tambak nelayan bisa jadi agunan kredit hingga Rp 500 juta
Sambut Hari Nusantara, ESDM genjot nelayan teraliri listrik
Pakai pukat harimau, Menko Rizal ancam kirim satgas ke Sibolga

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.