Menko Rizal: Memang sudah waktunya Premium dan Solar turun
Hal ini disebabkan adanya penurunan tajam harga minyak dunia yang sempat menyentuh USD 35 per barel.
Pemerintah memastikan adanya penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan Solar pada Januari 2016. Hal ini disebabkan adanya penurunan tajam harga minyak dunia yang sempat menyentuh USD 35 per barel.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menilai penurunan harga BBM di awal tahun ini sangat tepat mengingat terus merosotnya harga minyak dunia.
"Saya kira memang sudah waktunya karena harga energi di dunia terus merosot karena ada peningkatan suplai sementara permintaan berkurang karena ekonomi lambat di seluruh dunia," ujar dia di kantornya, Jakarta, Rabu (23/12).
Menurut dia, penyebab lain harga minyak dunia anjlok adalah penemuan ladang minyak di Rusia yang sangat mempengaruhi harga minyak mentah di seluruh dunia.
"Kemudian yang sangat penting adalah temuan ladang minyak besar milik Rusia, utara Rusia dan cadangannya besar sekali dan itu punya pengaruh terhadap harga minyak mentah di seluruh dunia kita memang perlu turunkan hanya mengenai berapanya dan sebagainya masih didiskusikan ya," jelas dia.
Sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said menegaskan penyesuaian harga Premium memang harus dilakukan pada Januari 2016. Perubahan harga memang sudah disepakati setiap tiga bulan sekali.
"Kecenderungan terus menurun, turunnya lumayan tajam, logikanya apabila kita ikuti harga keekonomian memang mestinya turun. Turunnya berapa lagi dihitung, mengenai metode reviewnya sudah kita sepakati tiga bulan sekali. Terakhir kali harga BBM disesuaikan pada Oktober lalu," jelas dia.
(mdk/sau)