Menko Rizal: Kami ingat jasa Jepang bantu Indonesia saat krisis 98
Menko Rizal memuji Shinzo Abe sekaligus mengapresiasi hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Rizal Ramli menerima kunjungan delegasi Jepang yang dipimpin Hiroto Izumi yang tak lain penasehat Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. Usai pertemuan, di depan awak media, Menko Rizal memuji Shinzo Abe sekaligus mengapresiasi hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang.
"Sampaikan salam ke Mr.Abe, dia PM terlama yang memimpin Jepang di sepanjang sejarah Jepang menuju modernisasi," ungkap Rizal di Gedung BPPT, Jakarta Pusat, Rabu (26/8).
Bukan tanpa alasan Menko Rizal menyebut Jepang sebagai sahabat Indonesia. Dia berangkat dari jasa Jepang saat Indonesia dihantam krisis 1998. Namun mantan menteri koordinator bidang perekonomian era Gus Dur ini tidak menjelaskan secara detail bantuan yang dimaksud.
"Kami selalu ingat Jepang di saat masa-masa sulit Indonesia 1998, Jepang telah membantu banyak hal. Itulah gunanya teman, hadir saat senang dan sedih," ungkapnya.
Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas rencana proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Selain itu, pihak Jepang juga menawarkan sejumlah program. Mulai dari pemeliharaan kapal laut terutama di wilayah Indonesia Timur dan Papua. Serta tawaran kerja sama keamanan maritim.
"Misalnya di laut Selat Malaka dan sebagainya. Yang terakhir kerja sama di dalam kelautan dan maritim," tuturnya.
Di tempat yang sama, Hiroto Izumi mengatakan pihaknya sangat berjanji memperdalam hubungan bilateral kedua negara tersebut.
"Kami ingin memperdalam hubungan dengan Indonesia lebih lanjut. Bidang maritim memang sangat luas," singkatnya.
Baca juga:
Rizal Ramli kaget Pelabuhan Tanjung Priok tak punya daerah penyangga
Menko Rizal: Kalau Pelindo tolak kereta pelabuhan, kita kepret
Keakraban Menteri Rizal Ramli sambut kunjungan Xanana Gusmao
Rizal Ramli minta branding sektor pariwisata Indonesia harus jelas
Menko Rizal paparkan bukti kalahnya pariwisata RI dari Malaysia