LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Luhut usul pembangunan pusat logistik bantuan bencana

Menko Luhut menyebutkan pusat-pusat logistik tersebut akan digunakan untuk menyimpan alat-alat berat, kantong jenazah, makanan, pemurni air, genset serta kapal TNI-AL yang bisa dimobilisasi dengan cepat. Diharapkan dalam waktu 3x24 jam kebutuhan masyarakat terdampak bencana bisa dipenuhi dan banyak nyawa terselamatkan.

2018-10-06 12:17:33
Bencana alam
Advertisement

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk membangun pusat logistik di daerah aman bencana. Hal ini sebagai solusi jangka panjang untuk pemulihan daerah terdampak bencana alam.

"Pikiran kami untuk mengusulkan 'logistic base' di daerah-daerah yang tidak ada gempa sehingga ada seperti pasukan cepat tanggap untuk membantu anak-anak atau saudara-saudara kita yang terkena gempa," kata Menko Luhut seperti dikutip dari Antara di Jakarta, Sabtu (6/10).

Menko Luhut menyebutkan pusat-pusat logistik tersebut akan digunakan untuk menyimpan alat-alat berat, kantong jenazah, makanan, pemurni air, genset serta kapal TNI-AL yang bisa dimobilisasi dengan cepat. Dengan adanya penyediaan bantuan di fasilitas ini diharapkan dalam waktu 3x24 jam kebutuhan masyarakat terdampak bencana bisa dipenuhi, sehingga akan banyak nyawa yang bisa diselamatkan.

Advertisement

Menko Luhut mengusulkan pembangunan pusat logistik ini terdapat di empat atau lima titik. Untuk menentukan lokasi pusat logistik tersebut, Menko Luhut akan meninjau dari hasil studi lebih lanjut. "Kita akan lihat apakah nanti di Banjarmasin atau di Balikpapan, Medan, Surabaya, Makassar atau nanti di Papua Barat," kata dia.

Penelitian yang mendalam juga diperlukan dalam hal teknologi penanganan bencana. Untuk itu, kerja sama dengan para ahli sangat dibutuhkan. Dia pun telah meminta saran dan rekomendasi dari Profesor Fumihiko Imamura dari Tohoku University Jepang. Selain itu, para ahli dalam negeri juga dilibatkan dalam menyusun solusi jangka panjang lainnya.

"Setelah kami lihat, kita memerlukan satu studi yang lebih dalam lagi. Tidak mungkin dibangun lagi di beberapa tempat rumah penduduk karena struktur tanahnya amblas (sangat labil), jadi sekarang tim dari BPPT, LIPI, dan ITB dilibatkan di bawah kedeputian saya," ungkap Menko Luhut.

Advertisement

Kajian mendalam di daerah pesisir juga sangat diperlukan karena garis pantai Indonesia panjangnya 108.000 km dan lebih dari 150 juta penduduk hidup di pantai.

Baca juga:
Anggota DPR puji peran TNI dalam bantuan bencana dan cegah penyelundupan
Bos Bappenas ke Bappeda: Perencanaan wilayah harus memasukkan peta potensi bencana
Pilu diguncang lindu Palu
Kemenkeu beri kelonggaran pajak bagi korban gempa Palu-Donggala
Palu diguncang gempa, gunawan flash back keramahan warga sekitar
PLN bebaskan biaya penyambungan listrik korban bencana Palu dan Donggala
Belum terima bantuan, warga Palu manfaatkan kebocoran pipa PDAM

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.