LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Luhut: Tingkat Kematian Seseorang Jauh Lebih Kecil Ketika Sudah Divaksinasi

Luhut mengatakan, ketersediaan vaksin di Tanah Air sejauh ini juga sudah aman. Sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk tidak mendapatkan dosis vaksin.

2021-07-06 21:15:00
Luhut Panjaitan
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk melakukan vaksinasi Covid-19. Menurut Luhut, dengan sudah melakukan vaksin, maka tingkat penyebaran Covid-19 dan kematian seseorang jauh lebih kecil.

"Jadi tidak ada masalah kalau Anda di vaksin probability anda untuk mati itu jauh lebih kecil dari pada Anda tidak vaksin," kata Luhut seperti dikutip dari akun Youtube Deddy Corbuzier, Selasa (6/7).

Luhut mengatakan, ketersediaan vaksin di Tanah Air sejauh ini juga sudah aman. Sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk tidak mendapatkan dosis vaksin.

Advertisement

"Kalau belum vaksin, vaksin deh! vaksin cukup. Kita tidak kurang. Bulan ini kita akan ada 30 juta vaksin bulan depan Agustus kita akan 45 juta vaksin," tandas dia.

Sebagai catatan, pada Sabtu (3/7) 31.573.240 orang telah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama, atau bertambah 681.419 orang. Sementara penerima vaksin Covid-19 dosis kedua bertambah 152.625 orang menjadi 13.922.732 orang. Dengan demikian baru 30,50 persen warga Indonesia telah mendapatkan vaksinasi lengkap.

Persentase ini didapat dari target yang dipasang pemerintah, yakni 40.349.049 orang harus mendapat vaksinasi Covid-19.

Advertisement

Langkah Bentuk Herd Imunity

Sebagai informasi, vaksinasi Covid-19 merupakan langkah pemerintah untuk membentuk herd immunity atau kekebalan komunitas di lingkungan masyarakat.

Vaksinasi Covid-19 di Indonesia dibagi menjadi empat tahap. Tahap pertama untuk petugas kesehatan, targetnya mencapai 1.468.764 orang. Tahap kedua untuk petugas pelayanan publik dan lansia dengan target sasaran masing-masing 17.327.167 dan 21.553.118 orang.

Sementara tahap ketiga untuk masyarakat rentan di daerah dengan risiko penularan tinggi, targetnya menjangkau 63,9 juta orang. Tahap terakhir untuk masyarakat umum dengan pendekatan klaster, total target 77,7 juta orang.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.