Menko Luhut Soal Utang Pemerintah Bertambah: Indonesia ini Utangnya Produktif
Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, menegaskan bahwa utang pemerintah Indonesia tersebut bersifat produktif. Penggunaan utang pemerintah untuk program-program produktif, kata Menko Luhut, seperti untuk pembangunan infrastruktur yang tentu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, turut berbicara mengenai kenaikan posisi utang pemerintah Indonesia. Dia menegaskan bahwa utang pemerintah Indonesia tersebut bersifat produktif.
"Indonesia ini utangnya produktif," kata dia, dalam acara Rakernas, di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Kamis (21/2).
Penggunaan utang pemerintah untuk program-program produktif, kata Menko Luhut, seperti untuk pembangunan infrastruktur yang tentu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
"Seperti proyek pembangunan light rail transit (LRT) Jabodebek. Maka itu, tidak ada satu pun utang kita tidak produktif," tegas dia.
Diketahui, Kementerian Keuangan mencatatkan posisi utang pemerintah pada Januari 2019 sebesar Rp 4.498,65 triliun. Angka ini setara 30,10 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), namun masih di dalam batas yang ditetapkan yakni 60 persen dari PDB.
Posisi utang di awal tahun ini meningkat sekitar Rp 80 triliun dari posisi di Desember 2018 yang sebesar Rp 4.418,30 triliun. Juga meningkat dibanding posisi Januari 2018 yang sebesar Rp 3.958,6 triliun.
Baca juga:
Utang Pemerintah Nyaris Rp 4.500 Triliun Hingga Februari 2019
Per Januari, Kemenkeu Catat Pembiayaan Utang Indonesia Rp 122,5 Triliun
7 Janji Jokowi Saat 2014 yang Tepat dan Meleset dari Realisasi
Utang 40 Tahun ke Jepang untuk Bangun MRT, Wapres JK Yakin Indonesia Sanggup Bayar
Bank Indonesia Catat Utang Asing Capai Rp 5.323 Triliun Hingga Akhir 2018
Pengamat: Jangan Percaya Indonesia Akan Ambruk Karena Utang
Depresi Terbelit Utang Online, Sopir Taksi di Mampang Gantung Diri