LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Luhut Sebut Starbucks Minat Investasi Ramah Lingkungan di Wilayah Papua

Menurut Luhut, kualitas produk hasil pertanian dan perkebunan masyarakat di daerah Papua dan Papua Barat memiliki kualitas yang baik, sehingga menarik minat para investor.

2020-02-28 20:22:54
Starbucks
Advertisement

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menyebut bahwa perusahaan waralaba asal Amerika Serikat, Starbucks tertarik dengan rencana pemerintah Indonesia melakukan green investment di wilayah Papua dan Papua Barat.

"Oh banyak, banyak ya. itu tadi produk-produk (investor) yang mau. Misalnya seperti Starbucks," tegas Menko Luhut di Kantornya, Jakarta, Jumat (28/2).

Menurut Luhut, kualitas produk hasil pertanian dan perkebunan masyarakat di daerah Papua dan Papua Barat memiliki kualitas yang baik, sehingga menarik minat para investor.

Advertisement

"Kopi, kakao segala macam, pala gitu. Mereka mau di Papua dan Papua Barat," terang dia.

Luhut menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk serius menggarap green investment dengan menolak kegiatan investasi yang merusak ekosistem lingkungan.

"Jadi jangan lagi potongin hutan," lontar Luhut.

Advertisement

Investasi Ramah Lingkungan

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, menyebut pemerintah Indonesia segera luncurkan green investment atau investasi ramah lingkungan di Papua dan Papua Barat. Menurutnya, konsep investasi ramah lingkungan, cocok diterapkan di Papua.

"Di Papua dan Papua Barat. Syarat utamanya tidak merusak lingkungan," tegas dia saat membuka acara Coffee Morning di Kantornya, Jakarta, Selasa, (25/2).

Investasi hijau di Papua pada tahap awal akan menyasar industri pertanian dan perkebunan. Hasil komoditas dua sektor ini menurutnya potensial untuk diekspor. "Kopi yang bagus, pala yang bagus dan cocoa (coklat) yang bagus," ungkap dia.

Menko Luhut menyebut akan melibatkan banyak kementerian yang terlibat di dalam proyek investasi hijau tersebut. "Ada Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Pertanian, dan lainnya," imbuh dia.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.