Menko Luhut Optimis Tol Cisumdawu Beroperasi Akhir 2020 Meski Masih Terkendala Lahan
Tol Cisumdawu merupakan akses menuju bandara Internasional Kertajati. Jika jalan tol ini sudah beroperasi, diprediksi akan mampu meningkatkan dan memudahkan akses penumpang menuju bandara tersebut.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan menggelar rapat terkait Jalan Tol Cileunyi–Sumedang–Dawuan atau disingkat dengan Tol Cisumdawu di kantornya. Salah satu yang dibahas adalah kendala pembebasan lahan.
"Lagi-lagi masalah tanah. Kita sudah sepakat dengan menteri tadi, penyelesaiannya ada di bupati, LMAN, ada di semua. Semua terpadu supaya jangan ada anglenya, ini kan masalahnya koordinasi," kata dia di kantornya, Jakarta, Senin (6/1).
Tol Cisumdawu merupakan akses menuju bandara Internasional Kertajati. Jika jalan tol ini sudah beroperasi, diprediksi akan mampu meningkatkan dan memudahkan akses penumpang menuju bandara tersebut.
Menko Luhut mengungkapkan, Cisumdawu sudah dapat digunakan di akhir tahun ini. Dia optimis ruas jalan tol tersebut sudah mulai beroperasi awal 2021.
"Kita berharap tahun ini bisa. Tahun ini akhir tahun ya," ujarnya.
Lahan Bermasalah
Saat ini baru 70 persen lahan bermasalah baru terselesaikan. Sisanya, masih terkendala. "Sekarang sudah 70 persen, 30 persen yang belum. Tapi bervariasi ya ada yang sudah 77 persen ada juga yang masih berapa persen," ungkapnya.
Sementara itu, progress pembangunan pun masih berjalan. Namun Menko Luhut mengungkapkan ada ruas jalan tol yang sudah dapat dilalui kendaraan. "Ada yang bisa dioperasikan. (Ruas jalannya) lupa saya," ujarnya.
Ruas jalan Cisumdawu yang sudah dapat dilalui tersebut dapat digunakan untuk mencapai Bandara Kertajati. Jarak yang ditempuh pun menjadi sedikit berkurang.
"Kalau semua bisa jalan jaraknya bisa 61 km jadi jarak tempuhnya dari Bandung satu jam, ini nanti kalau udah selesai semua. Sekarang kalau jarak tempuh itu kira-kira 90 menit. Tapi dengan diperbaiki jalan nasional bisa 60 menit," tutupnya.
(mdk/idr)