Menko Luhut Optimis Bisa Segera Terapkan B100
Luhut menyebutkan, jumlah impor dari Crude Palm Oil (CPO) negara per tahunnya bisa mencapai Rp 350 triliun. Jika penerapan B30 mampu menekan impor CPO hingga separuhnya, dia yakin defisit neraca perdagangan atau Current Account Deficit (CAD) Indonesia bisa satu digit.
Menteri Koordinator bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan mengaku optimis bisa menerapkan penggunaan Biodiesel 100 persen atau B100 kepada masyarakat luas.
Dia mengatakan, pemerintah saat ini terus mendorong pemakaian campuran BBM dengan minyak kelapa sawit sebesar 30 persen (B30) untuk kemudian bisa segera diterapkan.
"Sekarang sudah testing terus ya. Itu saya kira akan berdampak juga kepada kelapa sawit dan juga akan berdampak kepada penerimaan holders kita yang 40 persen itu. Saya kira itu akan berjalan," tuturnya di Jakarta, Rabu (17/4).
Jika pemakaian B30 telah berhasil diimplementasikan, dia percaya penerapan B100 akan bisa segera dilaksanakan. "Dan akan masuk ke 100 persen. Karena kita akan mengurangi impor-impor Crude Palm Oil atau energi kita," ungkapnya.
Luhut menyebutkan, jumlah impor dari Crude Palm Oil (CPO) negara per tahunnya bisa mencapai Rp 350 triliun. Jika penerapan B30 mampu menekan impor CPO hingga separuhnya, dia yakin defisit neraca perdagangan atau Current Account Deficit (CAD) Indonesia bisa satu digit.
"Saya kira hampir Rp 350 triliun ya setahun. Jadi kalau kita bisa kurangi itu hampir lebih setengah, saya kira CAD kita akan single digit," ujar dia.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Mentan Amran Sebut Penggunaan B100 Bisa Hemat Devisa Rp 150 Triliun
Mentan Amran Sebut B100 Jadi Perlawanan Diskriminasi Kelapa Sawit Uni Eropa
Pemerintah Jokowi Uji Jalan Penerapan B30 Mei Mendatang
Mentan Amran Uji Coba Penggunaan B100 ke 50 Kendaraan Dinas
Minimalisir Dampak Diskriminasi Eropa, Asosiasi Dukung Implementasi B30
Petani Minta Pemerintah Mampu Dorong Harga Sawit Rp 1.500 per Kg