LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Luhut: Kemungkinan Indonesia Masuk Resesi Ekonomi Itu Ada

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal kedua mengalami kontraksi hingga minus 5,32 persen. Sehingga pertumbuhan ekonomi berada diangka -4,19 persen (qtq).

2020-08-13 14:17:11
Resesi Ekonomi
Advertisement

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengakui bahw Indonesia berpotensi mengalami resesi akibat pandemi Covid-19. Hal ini pun telah menjadi pembahasannya dengan Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto.

"Kemarin Pak Airlangga sudah bicara kemungkinan resesi. Kemungkinan itu ada saja, tapi kita juga optimis harus ada," kata Luhut dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional Rakerkonas APINDO 2020, Jakarta, Kamis, (13/8).

Sebagaimana diketahui, pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal kedua mengalami kontraksi hingga minus 5,32 persen. Sehingga pertumbuhan ekonomi berada diangka -4,19 persen (qtq).

Advertisement

Luhut ingin semua pihak bekerja keras agar pertumbuhan ekonomi bisa naik. Setidaknya tumbuh nol persen hingga 0,5 persen. "Kita harus kerja keras betul-betul, kalau bisa nol, atau 0,5 plus lah. Tapi anything could happen," kata dia.

Hal terpenting untuk mendorong roda ekonomi ini yaitu APBN, stimulus ekonomi dan investor domestik. Untuk itu dia meminta para pengusaha dalam negeri untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

"Teman-teman sekalian jangan ragu untuk investasi, ya investasi saja. Kalau ada masalah beritahu kita, kita pasti bantu, enggak ada urusan," tutur Luhut di depan para pengusaha yang tergabung dalam APINDO.

Advertisement

Investasi Asing Masih Tinggi

Dia melanjutkan, dilihat dari FDI (Foreign Direct Investment) angkanya masih cukup tinggi di beberapa daerah, misalnya Morowali, Bintan, dan Halmahera Utara. Investasi di daerah tersebut angkanya terus naik.

"Malah kemarin si CATL mengumumkan akan investasi lagi untuk lithium baterai USD 2,6 miliar," kata dia.

"Jadi saya sangat confidence bahwa kita akan baik ke depan. Kalau ada yang tidak confidence mungkin itu agak sakit juga kali," kata dia mengakhiri.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.