LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Luhut: Investasi Tetap Berjalan, Hanya Eksekusi Proyek yang Mundur

Di beberapa sektor investasi yang terkena dampak virus corona mulai kembali di kejar. Misalnya investasi asal China senilai USD 11 miliar.

2020-03-16 20:30:51
Luhut Panjaitan
Advertisement

Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marvest), Luhut Binsar Panjaitan memastikan proyek investasi tetap berjalan sesuai rencana. Hanya saja memang terdapat perlambatan dalam proses eksekusi.

"Investasi belum ada yang mundur, yang ada eksekusi dari investasi yang mundur," kata Luhut dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (16/2).

Di beberapa sektor investasi yang terkena dampak virus corona mulai kembali di kejar. Misalnya investasi asal China senilai USD 11 miliar.

Advertisement

Negara sumber covid-19 ini mulai berangsur membaik. Beberapa perusahaan sudah memberlakukan sistem kerja 2 shift. Bahkan bulan depan, Luhut menyebut akan bertambah menjadi tiga shift.

"Artinya investasi mereka sudah mulai ada dan Investasi di sini mulai dilakukan," kata Luhut.

Selain itu, investasi dari Abu Dhabi tetap berjalan dan tidak terganggu. Nilai investasinya masih tetap di angka USD 2,8 miliar.

Advertisement

Begitu juga dengan investasi hijau asal Australia. Pengusaha Andrew Forest tetap akan membangun pabrik PLTA (hydro power) di Indonesia.

Proyek Pabrik Hyundai di Karawang

Hal yang sama juga berlaku untuk proyek mobil listrik Hyundai di Karawang, Jawa Barat. Pelaksanaannya masih dalam sesuai jadwal yang ditetapkan.

Sebab, bulan April nanti proyeknya susah harus di tahap ground breaking. Bahkan kata Luhut, Presiden Jokowi bersedia melakukan groundbreaking senilai USD 1,5 miliar.

"Kami upaya LG lithium baterainya bisa terus jalan pada waktu itu," kata Luhut.

Hanya saja terkait target pabrik pemurnian dipastikan akan molor. Dia mencontohkan tahun ini Indonesia akan tetap produksi carbon steel untuk persiapan lithium baterai.

Meski mengalami perlambatan dalam prosesnya, tetapi tetap dikejar. Perlambatan ini terjadi karena operator terisolasi di China. Sebelum virus corona menyebar, banyak TKA yang mengambil cuti dalam rangka perayaan tahun baru Imlek.

"Overall saya rasa oke hanya memang agak slow down," ujar Luhut.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.