LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Darmin Soal Neraca Dagang Surplus: Kerja Keras Masih Belum Cukup

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, masih butuh kerja keras untuk meningkatkan neraca dagang. Sehingga ke depan, neraca dagang bisa konsisten surplus hingga akhir tahun.

2019-03-15 14:20:40
Darmin Nasution
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, neraca perdagangan Februari 2019 mencatatkan surplus sebesar USD 0,33 miliar. Surplus ini terjadi karena impor yang menurun tajam menjadi USD 12,2 miliar.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, masih butuh kerja keras untuk meningkatkan neraca dagang. Sehingga ke depan, neraca dagang bisa konsisten surplus hingga akhir tahun.

"Jadi kelihatannya kerja kerasnya masih belum cukup artinya masih perlu bekerja lebih keras lagi untuk membuat satu ya neraca perdagangan dan neraca berjalannya bisa lebih konsisten lebih baik," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (15/3).

Advertisement

Menko Darmin melanjutkan, pihaknya akan mengupayakan surplus neraca perdagangan tidak memberatkan pertumbuhan ekonomi. Sebab, jika neraca perdagangan surplus karena impor turun namun ekspor tak naik maka bisa memberatkan.

"Kalau saya lihat impornya yang turunnya agak banyak itu adalah karena komposisinya juga sudah berubah banyak. Konsumsi kita hanya 8,2 persen saja. Sisanya bahan baku dan barang modal termasuk musim," jelasnya.

"Jadi situasi ini ya kita bukan hanya bagaimana menaikkan ekspor jadinya tapi juga supaya kita harus bisa jaga pertumbuhan sehingga ya impornya tidak merosot secara banyak." sambungnya.

Advertisement

Menko Darmin menambahkan, penyebab impor turun di Februari sebagian besar dipengaruhi oleh musim. Untuk pembangunan infrastruktur yang mengandalkan bahan impor, sebagian besar masih berjalan dengan baik.

"Sebetulnya tadinya kalau demand karena pembangunan infrastruktur kayaknya masih jalan sehingga impor untuk itu masih berjalan. Tapi kalau saya lihat impor yang turunnya agak banyak itu musim musim," tandasnya.

Baca juga:
Impor Barang Konsumsi Turun 18 Persen di Februari 2019
Impor Gula Naik Tajam Hingga 216,99 Persen di Februari 2019
Dampak Gejolak Ekonomi Global, Ekspor RI Ke China dan AS Turun
Indonesia Impor Susu, Mentega Hingga Telur di Februari 2019
BPS Catat Neraca Perdagangan Februari 2019 Surplus USD 0,33 Miliar
Februari 2018, Ekspor Indonesia Turun 10,03 Persen Jadi USD 12,53 M

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.