Menko Darmin segera lapor ke Presiden Jokowi percepat impor garam industri
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution akan segera melaporkan kondisi importasi garam kepada Presiden Jokowi. Impor garam telah masuk sejak izin rekomendasi dikeluarkan oleh pemerintah, dan akan terus masuk dalam tahun ini hingga memenuhi kuota yang ditetapkan.
Direktorat Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution akan segera melaporkan kondisi importasi garam kepada Presiden Jokowi.
"Menko akan lapor Pak Presiden mengenai importasi garam. Kan kita minta 3,7 juta ton, ada yang belum diterbitkan kan. Kita juga enggak memberikan rekomendasi. Kita kan setiap bulan butuh 300.000 ton dan enggak bisa menunggu lama-lama," ujarnya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (14/2).
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Oke Nurwan mengatakan, impor garam telah masuk sejak izin rekomendasi dikeluarkan oleh pemerintah. Garam tersebut akan terus masuk dalam tahun ini hingga memenuhi kuota yang ditetapkan.
"Sudah berjalan sejak dikeluarkan izin, ada yang sudah sampai, ada yang belum, tergantung kebutuhan mereka, kan kita kasih waktu 1 tahun. Sudah banyak yang mengajukan, tapi kita diminta review izin yang sudah keluar dulu," jelasnya.
Sementara itu, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan garam industri impor sebanyak 2,37 juta ton tidak ada yang dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi. "Kita mereview yang sudah kita keluarkan 2,37 juta. Permintaan sudah banyak, nanti direview sama Kemenperin. Paling banyak industri lensa. Direview saja bocor enggak. Industri sudah masuk, bagaimana penyalurannya, sudah ada yang datang kayaknya kan," tandasnya.
Baca juga:
Gelar rapat soal garam, pemerintah enggan komentar soal impor
BPOM temukan produk impor ilegal senilai Rp 146,8 M
Genjot ekspor, Kemendag gandeng Kemenlu tindaklanjuti rencana perjanjian dagang
Ekspor CPO lesu, target pungutan kelapa sawit hanya Rp 11 T di 2018
Italia dukung minyak sawit RI masuk Eropa, ini keistimewaan CPO Indonesia