LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menko Darmin sebut lemahnya ekspor jadi penyebab ekonomi RI hanya tumbuh 5,17 persen

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pertumbuhan tersebut tergolong baik. Meskipun hingga akhir tahun, pertumbuhan ekonomi diperkirakan hanya akan mencapai 5,2 persen.

2018-11-06 12:28:41
ekspor impor
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ekonomi Indonesia tumbuh 5,17 persen pada kuartal III-2018. Dengan angka ini, maka secara kumulatif ekonomi Indonesia hingga September hanya tumbuh sebesar 5,17 persen.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pertumbuhan tersebut tergolong baik. Meskipun hingga akhir tahun, pertumbuhan ekonomi diperkirakan hanya akan mencapai 5,2 persen.

"Pertumbuhan kita tetap relatif baik 5,17 persen. Syukur-syukur akhir tahun bisa 5,2 persen itu," ujar Menko Darmin saat ditemui di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Selasa (6/11).

Advertisement

Menko Darmin menjelaskan, faktor negatif dalam pertumbuhan ekonomi adalah impor yang cukup kuat sementara ekspor berjalan lebih lambat. Padahal, jika dilihat lebih rinci komponen ekonomi lainnya cukup membaik.

"Itu impornya tetap berjalan, yang agak kurang malah ekspornya. Agak lambat. Memang akibatnya, neraca perdagangan belum membaik. Itu konsekuensi dari ekonomi tumbuh dalam situasi globalnya mendelay, kita tidak bisa mendorong ekspornya secepatnya berjalan," jelasnya.

"Jadi persoalan kita sebenarnya, selain positifnya pertumbuhan ekonomi baik, inflasi baik, macam-macam baik, yang kurang adalah pertumbuhan ekonomi baik tapi (masalahnya) impornya tetap baik ya kan. Nah tapi ternyata ekspornya belum bisa, sehingga ketidakseimbangan neraca keluarnya masih ada," sambungnya.

Advertisement

Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut menambahkan, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17 persen cukup positif di tengah gonjang-ganjing ekonomi dunia. Sebab, ekonomi Indonesia tetap tumbuh meskipun ada perang dagang serta normalisasi kebijakan Amerika Serikat.

"Pertumbuhan 5,17 persen itu, bagi saya dia menjadi penting karena dalam situasi tekanan global. Perang dagang, normalisasi kebijakan AS, crude oil yang harganya naik kita tetap bisa mempertahankan pertumbuhan kita. Itu menurut saya sesuatu yang patut untuk di garisbawahi," jelasnya.

Baca juga:
Fakta di balik keputusan impor jagung saat Kementan klaim produksi surplus
Indofood hingga Kapal Api bakal mejeng di Pameran Impor Internasional China
Jokowi: Dari produksi 6,5 juta unit sepeda motor, hampir 600 ribu untuk ekspor
Pemerintah diminta segera benahi data jagung nasional, ini sebabnya
Menko Darmin soal impor jagung: Menteri Pertanian yang mengusulkan

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.