Menko Darmin minta tambahan anggaran Rp 150 miliar untuk 2018
Tambahan anggaran diperlukan, mengingat adanya tambahan alokasi untuk beberapa program yang harus dijalankan, seperti program One map policy, kebijakan pemerataan ekonomi, pencapaian program SKNI (Strategi Keuangan Nasional Inklusif).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menghadiri rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Senayan, Jakarta. Dalam kesempatan ini, Darmin meminta anggaran untuk kementeriannya sebesar Rp 533 miliar dalam R-APBN 2018. Angka ini lebih tinggi dibanding anggaran tahun ini yang hanya Rp 506 miliar.
"Total pagu indikatif kita kalau disetujui ditambah dukungan teknis Rp 150 miliar. Jadi total seluruhnya Rp 533 miliar," ungkapnya di Ruang Rapat Badan Anggaran DPR RI, Gedung Nusantara II, Jakarta Pusat, Rabu (14/6).
"Usulan tambahan dukungan teknis Rp 150 miliar, Rp 144 miliar untuk program koordinasi, Rp 6 miliar untuk dukungan manajemen dan teknis lainnya," tambahnya.
Darmin menegaskan, tambahan anggaran memang diperlukan, mengingat adanya tambahan alokasi untuk beberapa program yang harus dijalankan, seperti program One map policy, kebijakan pemerataan ekonomi, pencapaian program SKNI (Strategi Keuangan Nasional Inklusif), pencapaian target Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan anggaran pemeliharaan serta operasional Gedung Ali Wardhana.
Di lain hal, mantan Gubernur BI ini juga menyampaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia bergerak ke arah yang baik, meskipun dia mengakui tidak mudah menurunkan angka gini ratio atau ketimpangan sikaya dan miskin.
"Pertumbuhan ekonomi kita itu kualitasnya membaik. Tidak banyak memang tapi tidak mudah turunkan gini ratio. kemiskinan, pengangguran, inflasi sudah turun," jelasnya.
Iklim investasi juga mulai kondusif yang ditandai dengan berbagai pengakuan internasional seperti peringkat invesment grade atau laik investasi dari lembaga pemerintah Standard & Poor's (S&P) juga masuknya Indonesia dalam "Top 10 invesment destination" oleh UNCTAD (United Nation Conference on Trade and Development).
"Iklim investasi membaik. Kenaikan rating dari S&P. UNCTAD, Top 10 investment destination dari tadinya ranking 8 jadi 4 di dunia," pungkasnya.
Baca juga:
Target pertumbuhan ekonomi pemerintah Jokowi di 2018 dipangkas
MenPAN-RB minta tambahan anggaran jadi Rp 338 miliar di 2018
Asian Games hingga pertemuan IMF-Bank Dunia genjot pertumbuhan 2018
Misbakhun minta tim ekonomi wujudkan janji Presiden Jokowi
Menebak adakah kenaikan gaji untuk PNS tahun depan?