Menko Darmin minta Bulog tetap lakukan impor beras
Darmin mengatakan, keputusan soal impor beras telah diambil oleh pemerintah. Sedangkan tugas Bulog menjalankan keputusan tersebut.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution meminta Perum Bulog untuk tetap melakukan impor beras. Ini perlu dilakukan meski sebelumnya Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso menyatakan akan menunda impor beras.
Darmin mengatakan, keputusan soal impor beras telah diambil oleh pemerintah. Sedangkan tugas Bulog menjalankan keputusan tersebut.
"Soal waktu ya (impor). Tapi yang memutuskan kebijakan itu pemerintah. Bukan Bulog. Bulog pelaksana," ujar dia di Kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Senin (28/5).
Terkait dengan rencana Bulog untuk menjual beras dalam bentuk sasetan, hal tersebut dikembalikan pada kebijakan internal BUMN tersebut. Namun tujuan pemerintah untuk impor ini adalah untuk menjaga stabilitas harga beras.
"Itu kebijakan di Bulog saja. Intinya, kebijakan keputusan kita minggu lalu, yang pertama, perluas pedagang yang akan menerima operasi pasar beras Bulog. Kedua, turunkan harganya, Rp 500," kata dia.
Darmin berharap kebijakan yang diambil pemerintah seperti dengan membuka keran impor bisa menurunkan harga beras hingga di bawah harga eceran tertinggi (HET).
"Kita minta harus turun harganya. Kalau bisa Rp 9.000, bisa 2 kali-3 kali lipat dari yang dilakukan. Di bawah HET," tandas dia.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Menko Darmin blak-blakan soal tingginya impor pangan di awal 2018, termasuk beras
DPR panggil Kemendag, Kementan dan Bulog evaluasi putusan impor beras
Ini penjelasan lengkap Mendag Enggar soal tambahan impor beras 500.000 ton
Kementan-Kemendag beda pendapat soal impor beras jilid II, ini respons Menko Darmin
Ditanya soal impor, Menteri Amran justru banggakan pertumbuhan ekspor pertanian