Menko Darmin: Impor TInggi Karena Kita Banyak Bangun Infrastruktur
Salah satu sorotan Menko Darmin adalah defisit transaksi berjalan. Di mana hal tersebut dipengaruhi oleh besarnya impor yang dilakukan untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution memberi pengarahan kepada sejumlah duta besar Indonesia untuk luar negeri di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta. Pertemuan tersebut untuk menjelaskan kondisi ekonomi Indonesia terkini.
Salah satu sorotan Menko Darmin adalah defisit transaksi berjalan. Di mana hal tersebut dipengaruhi oleh besarnya impor yang dilakukan untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia.
"Impor tinggi karena kita bangun infrastruktur banyak. Jadi sebenarnya itu sebetulnya kita bisa baca 2 tahunan lalu sehingga kita sudah rancang kebijakan untuk menghadapi itu," ujar Menko Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (6/2).
Menko Darmin melanjutkan, seluruh komponen ekonomi menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam beberapa waktu belakangan. Hanya saja, besarnya impor membuat neraca perdagangan defisit.
"Ada satu hal yang memang tapi ini agak panjang ceritanya, ekspor kita tidak terlalu bagus bersamaan dengan kita sejak 10 tahun terakhir itu di migas kita defisit," jelasnya.
Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut menambahkan, beberapa komponen ekonomi yang menunjukkan kinerja positif antara lain tingkat kemiskinan, pengangguran hingga inflasi.
"Nah jadi kalau dilihat tadi pertumbuhan inflasi, tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan, kemudian gini ratio itu boleh dikatakan pertumbuhan ekonomi kita perkembangannya kualitasnya baik. Karena nggak mudah itu gabung semuanya membaik sekaligus," tandasnya.
Baca juga:
Soroti Impor, Prabowo Minta DPR Cek Kondisi Pabrik Gula
Bos Bappenas Beberkan Penghambat Pertumbuhan Ekonomi RI
Dubes Minta Mayora Group Bangun Pabrik di Rusia
Perhelatan Internasional Dongkrak Ekspor Jasa RI Capai 5,64 Persen
Mendag Hadiri Konpers Mayora Ekspor 1.000 Kontainer ke Rusia