Menko Darmin akui kenaikan suku bunga acuan BI tekan pertumbuhan RI
Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan kenaikan suku bunga acuan bank sentral ini bakal mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, dia mengatakan, stabilisasi nilai tukar saat ini merupakan faktor prioritas. Saat ini Indonesia memang tengah memasuki era suku bunga tinggi.
Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan Bank Indonesia (BI) 7-day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Bank Indonesia juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,00 persen dan Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.
Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan kenaikan suku bunga acuan bank sentral ini bakal mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Meski demikian, dia mengatakan, stabilisasi nilai tukar saat ini merupakan faktor prioritas.
"Iya, yang pertama itu ditempuh karena memang The Fed juga menaikkan bunganya. Kalau tidak, ya kita akan tertekan lagi tertekan lagi. Kalau sudah harus memilih antara stability dengan growth, ya kalau stability nya terancam ya stability nya dulu yang diurusin," ujar Menko Darmin di Kantornya, Jakarta, Jumat (28/9).
Menko Darmin mengatakan saat ini Indonesia memang tengah memasuki era suku bunga tinggi. Hal ini seiring dengan kebijakan bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) yang menaikkan suku bunga acuan dalam beberapa bulan terakhir.
"Sementara kenaikan tingkat bunga, ya walaupun tidak otomatis 1:1 menaikkan lending rate, pasti akan ada pengaruhnya. Artinya, kita sedang masuk dalam situasi tingkat bunganya sedikit lebih tinggi. Ya apa boleh buat," katanya.
Pemerintah, kata Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut, akan terus berupaya mengeluarkan berbagai kebijakan agar investasi di Indonesia tetap menarik. Satu hal yang akan dikaji ke depan adalah perluasan pemberian insentif pajak seperti tax allowance dan tax holiday.
"Apakah itu akan memengaruhi ekonomi? Ada juga pengaruhnya. Kalau dibilang enggak ada, ya ada lah. Tapi ya kan ada yang murni keputusan market, tapi ada juga investasi itu dorongan pemerintah. Jadi apakah akan berpengaruh besar? Tergantung, pemerintah bisa mendorong juga tidak dari segi yang lain," tandasnya.
Baca juga:
Hingga September 2018, BI sudah naikkan suku bunga acuan 150 bps
Bank Indonesia naikkan suku bunga acuan 25 bps menjadi 5,75 persen
Bank Indonesia: Tanpa intervensi, Rupiah bisa anjlok hingga 15 persen
Langkah BI naikkan suku bunga acuan buat lesu pasar modal dan sektor riil
BI siap naikkan kembali suku bunga acuan merespons kebijakan The Fed
Bos BI klaim guyuran instrumen kebijakan bank sentral dorong modal asing masuk RI
Rizal Ramli apresiasi langkah BI naikkan suku bunga acuan menjadi 5,25 persen