Menko Darmin akui Indonesia tak siap hadapi pasar bebas ASEAN
"Kita belum siap terutama di segi SDM," kata Darmin.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengakui Indonesia belum siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sebab, mayoritas Daya Manusia (SDM) Indonesia belum profesional.
Menurut Darmin, negara lain sedang mempersiapkan diri mencetak SDM unggul untuk masuk ke Indonesia. Untuk itu, kompetensi kelembagaan harus mampu mencetak SDM unggul agar Indonesia tidak dijajah pekerja asing.
"Kita belum siap terutama di segi SDM. Untuk menghadapi MEA sendiri, sepatutnya peranan asosiasi itu sentral di dalam mewujudkan kelembagaan dan mekanisme penentuan kompetensi dan sertifikasi yang dibutuhkan untuk mendukung MEA. Kalau ini tidak jalan maka kita tidak bisa bersaing," ujar dia di Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (10/9).
Dia menegaskan, pemerintah akan bekerja sama dengan ISEI (Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia) untuk melakukan sejumlah langkah agar tenaga kerja Indonesia bisa bersaing di pasar bebas ASEAN. Pertumbuhan industri selama ini belum menjadi motor penggerak memperbaiki SDM Indonesia.
"Artinya, kita tetap punya sektor industri 15 tahun ini tapi bukan sebagai motor penggerak. Buktinya sederhana, pertumbuhan industri kita 15 tahun terakhir di bawah pertumbuhan nasional," kata dia.
Dia berharap ISEI dapat menjadi motor penggerak dan menjadikan isu industri ini dengan mengundang pemangku kepentingan di bidang industri untuk mengembangkan sektor SDM.
"Karena sekarang, kita rasakan betul bahwa tidak adanya industri yang kuat pada saat harga komoditi jatuh dan biarpun Rupiah terdepresiasi banyak, kita juga tidak bisa memanfaatkan ekspor dengan maksimal," pungkas dia.
Baca juga:
Siapkan 'obat demam' buat industri, Jokowi kaji 1.000 regulasi
Menko Darmin sebut AS memulai perang mata uang tujuh tahun lalu
Kurang dana, pemerintah sulit bikin 1 juta rumah tahun ini
Menko Rizal: Tak suka jalur KA dibongkar, suruh RJ Lino telepon saya
ESDM yakin tarik USD 26,7 miliar dari investasi migas tahun depan
Bangun daerah terbelakang, Menko Rizal usul terapkan pajak rendah