Menkeu yakin gempa Sulteng dan Lombok tak ganggu pertumbuhan ekonomi RI
Menurut dia, hal ini karena kontribusi dua provinsi yang tengah dilanda bencana seperti Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat (NTB) terhadap GDP nasional tidak terlalu besar. Namun demikian, Menteri Sri Mulyani berharap proses rehabilitasi segera dilakukan.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menyatakan bencana alam yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir tidak akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di kuartal III 2018. Menurut dia, hal ini karena kontribusi dua provinsi yang tengah dilanda bencana seperti Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat (NTB) terhadap GDP nasional tidak terlalu besar.
"Kalau kita lihat di dalam konteks pertumbuhan ekonomi, kita harapkan tidak akan terlalu banyak mempengaruhi. Dari sisi kontribusinya terhadap keseluruhan GDP kita, kebetulan untuk Sulawesi Tengah dan NTB itu tidak sangat signifikan," ujar dia di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (3/10).
Namun demikian, Menteri Sri Mulyani berharap proses rehabilitasi terhadap daerah-daerah yang terkena bencana bisa segera dilakukan. Dengan demikian, kegiatan ekonomi bisa segera pulih dan bisa kembali berkontribusi terhadap ekonomi nasional.
"Dan kita tentu juga berharap proses dalam rehabilitasi dan rekonstruksinya bisa menimbulkan dan mengembalikan tingkat aktivitas ekonomi di kedua daerah tersebut, juga akan positif terhadap ekonomi kita," tandas dia.
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
UOB prediksi pertumbuhan ekonomi RI bisa sentuh 5,4 persen di 2019
Pertemuan IMF-World Bank dongkrak pertumbuhan ekonomi RI 0,5 persen
BI prediksi pertumbuhan ekonomi RI 2018 tak capai 5,2 persen
Ditopang pasar milenial, industri properti mulai tunjukkan tren pemulihan
Menko Darmin akui kenaikan suku bunga acuan BI tekan pertumbuhan RI
Belanja Pemilu bantu topang pertumbuhan ekonomi RI
BI sebut ekonomi global masih penuh ketidakpastian