Menkeu: Utang Indonesia pada IMF saat ini beda
"Utang 1998 itu kan letter of intent."
Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengakui Indonesia saat ini berutang pada International Monetary Fund (IMF). Namun, itu adalah penyertaan modal atau investasi sebagai bentuk komitmen Indonesia menjadi anggota IMF.
Sehingga, hal tersebut berbeda dengan utang Indonesia pada lembaga keuangan global tersebut saat krisis moneter 1998 dan sudah lunas sejak sembilan tahun silam.
"Karena yang 1998 itu kan letter of intent, dimana waktu itu pemerintah Indonesia setuju bahwa IMF akan memberi bantuan support untuk cadangan devisa kalau pemerintah Indonesia melakukan kewajiban-kewajiban yang sudah disepakati," katanya di Jakarta, Rabu (29/4).
Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto menyebut Indonesia kembali memiliki utang pada IMF. Menyitir data statistik utang luar negeri Indonesia dirilis bank sentral, Andi menyebut utang Indonesia pada IMF sebesar USD 2,9 miliar per November 2014.
Namun, Bambang menegaskan bahwa itu bukan utang. Melainkan iuran Indonesia sebagai anggota IMF. Dan itu menjadi tanggungan Bank Indonesia.
"Itu utangnya BI, sekali lagi bukan utang pemerintah. Jadi kita juga nggak punya pengetahuan yang cukup. Tapi yang kita tahu itu adalah standby loan."