Menkeu: Tahun depan pertumbuhan lebih baik, namun tidak kuat
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, tahun depan ekonomi global masih akan tumbuh moderat. Menurutnya, di beberapa negara situasi pertumbuhan ekonomi belum baik. Di sisi lain, katanya, pertumbuhan perdagangan masih akan stagnan dan tidak lebih baik dari 2017.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan, tahun depan ekonomi global masih akan tumbuh moderat. Menurutnya, di beberapa negara situasi pertumbuhan ekonomi belum baik.
Di mana, di Amerika Serikat pertumbuhan diperkirakan 2,1 persen dan India 7,7 persen. "Kondisi penyesuaian RRT diperkirakan pertumbuhan menurun, akan tumbuh 6,4 persen. Uni Emirat 1,7 persen dan Jepang 0,4 persen. Pertumbuhan lebih baik, namun tidak kuat," katanya, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (5/9).
Di sisi lain, katanya, pertumbuhan perdagangan masih akan stagnan dan tidak lebih baik dari 2017. "Harga komoditas lemah, penguatan mata uang seperti Dolar akan memicu pembalikan arus modal," ujarnya.
Sementara, dia menambahkan, pada 2018 ekonomi Indonesia akan membaik dengan target 5,4 persen. Daya beli harus tetap diperkuat dengan inflasi tetap dipertahankan rendah. "Belanja prioritas infrastruktur, pilkada dan asian games," tandasnya.
Baca juga:
Sri Mulyani: Target pertumbuhan ekonomi 2018 optimis namun realistis
BI: Pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tembus 6 persen di 2019
Bos BI sebut ekonomi RI tetap membaik di tengah perlambatan global
Bos BI optimis ekonomi global terus membaik
Sri Mulyani sebut utang dibutuhkan demi jaga pertumbuhan ekonomi
Bos BI prediksi ekonomi RI sedikit melambat tahun ini
Kemenkeu banggakan pertumbuhan ekonomi terus menanjak sejak 2015