LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menkeu Sri Mulyani: SDM Unggul Aset Paling Berharga Suatu Negara

Sri Mulyani mengatakan, untuk membentuk suatu negara yang kuat dibutuhkan SDM yang hebat. Menyusul adanya kemampuan inovasi agar menjadi seorang wirausaha untuk meningkatkan produktifitas kerja.

2020-11-02 19:08:26
Sri Mulyani Indrawati
Advertisement

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa pemerintah terus mendukung pelaksanaan program Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Sebab program beasiswa pendidikan bagi jenjang pasca sarjana itu diyakini dapat melahirkan SDM berkualitas unggul.

"Kita semua tahu bahwa SDM unggul adalah aset paling berharga dari suatu negara, Institusi, dan korporasi termasuk suatu keluarga," ujar dia dalam webinar oleh LPDP bertajuk "STUDIUM GENERALE 2020: Rekacipta Generasi Muda Menuju Indonesia Emas", Senin (2/11).

Sri Mulyani mengatakan, untuk membentuk suatu negara yang kuat dibutuhkan SDM yang hebat. Menyusul adanya kemampuan inovasi agar menjadi seorang wirausaha untuk meningkatkan produktifitas kerja.

Advertisement

"Yang tadi disebutkan apakah bisa berinovasi, seperti berkreasi tidak hanya mencari kerja. Terapi bisa menciptakan kerja untuk kompetitif produktif," paparnya.

Sementara itu, bagi korporasi atau lembaga yang memiliki SDM unggul juga dipastikan akan semakin kompetitif. "Karena adanya kemampuan terhadap perubahan yang terjadi sehingga menjadi juara di bidang industrinya," ucapnya.

Advertisement

Kebanggan Keluarga

Keberadaan SDM unggul dalam suatu keluarga diyakini akan menjadi kebanggaan tersendiri. "Sebab bisa memenuhi seluruh aspirasi untuk menjadi orang berguna, menjadi inovasi, atau bisa menjadi kaya," tuturnya.

Oleh karena itu, dia memastikan akan tetap mengalokasikan anggaran APBN sebesar 20 persen tiap tahunnya untuk pembiayaan sektor pendidikan. Apalagi aturan ini sudah menjadi mandat konstitusi, sehingga tidak dapat diubah.

"Bahwa itu berarti kalau kita mau bicara tentang Indonesia. Konstitusi menyebutkan pendidikan adalah nomor satu," tandasnya.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.