Menkeu ingin pejabatnya lebih inisiatif, tak hanya tunggu perintah
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta agar pejabat di Kementerian Keuangan bisa lebih inisiatif dalam menjalankan segala tugasnya. Mengingat, Indonesia sudah menjadi anggota di G20 sehingga sangat diperlukan inisiatif untuk mengejar ketertinggalan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta agar pejabat di Kementerian Keuangan bisa lebih inisiatif dalam menjalankan segala tugasnya. Mengingat, Indonesia sudah menjadi anggota di G20 sehingga sangat diperlukan inisiatif untuk mengejar ketertinggalan.
Dengan demikian, dia meminta agar pejabat kementerian, khususnya pejabat yang baru dilantik bisa memiliki inovatif yang tinggi. Tidak hanya menunggu arahan dari menteri, dan langsung bekerja setelah mendapat arahan.
"Saya ingin staf ahli tidak hanya menunggu (arahan), tapi memiliki kreasi dan inovatif. Saya ingin Anda berdua yang sudah tahu betul memiliki inisiatif, tidak menunggu instruksi menteri. Karena menterinya bekerja 24 jam bekerja untuk isu yang trus menerus masuk," kata Sri Mulyani di kantornya, Jakarta, Jumat (28/7).
Dia meyakini, dengan adanya inovasi Kementerian Keuangan bisa memiliki profesionalisme, kompetensi, visi, dan komitmen untuk mengurus keuangan negara secara baik. Sehingga bisa menjadi role model bagi institusi lain.
"Saya berharap seluruh jajaran kemenkeu tidak mengecewakan dalam menghadapi tantangan dan memberikan respon yang tepat cepat dan akurat," imbuhnya.
Sebelumnya, Sri Mulyani melantik 2 pejabat Eselon I, yaitu Staf Ahli Penerimaan Negara Luky Alfirman dan Staf Ahli Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal Arif Baharudin di gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (28/7).
Baca juga:
Triwulan II-2017, KSSK sebut sistem keuangan RI dalam kondisi stabil
Redenominasi ditunda, Sri Mulyani tak takut kehilangan momentum
Perkuat tupoksi Kemenkeu, Sri Mulyani lantik 2 pejabat baru eselon I
Setahun menjabat jadi Menteri Keuangan, ini kesan-kesan Sri Mulyani
Prioritaskan RAPBN 2018, menkeu tunda pembahasan RUU Redenominasi
Menkeu sebut utang sebagai pilihan sekaligus strategi pemerintah