Menkes Budi Usul Pasien Covid-19 Miskin Bisa Terima BLT
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (BKS), mengusulkan kepada Kementerian Keuangan agar memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat yang positif Covid-19. Hal itu dilakukan, mengingat banyak masyarakat yang terinfeksi corona tidak mengaku, dengan alasan takut tidak bisa bekerja.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin (BKS), mengusulkan kepada Kementerian Keuangan agar memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat yang positif Covid-19. Hal itu dilakukan, mengingat banyak masyarakat yang terinfeksi corona tidak mengaku, dengan alasan takut tidak bisa bekerja.
"Jadi saya nanti akan bicara dengan ibu Sri Mulyani kalau bisa orang yang teridentifikasi positif itu yang dikasih prioritas BLT baik dia maupun dan keluarganya," kata dia dalam rapat kerja bersama dengan Komisi IX DPR RI, di Jakarta, Selasa (12/1).
Pemberian BLT itu nantinya tetap memprioritaskan kepada pasien Covid-19 yang memang masuk kategori kurang mampu. Dengan demikian, tidak ada lagi alasan mereka takut tidak bisa bekerja.
"Sehingga orang tidak takut kalau dia ternyata positif dia terisolasi yang tidak apa-apa karena dia tahu bahwa keluarganya tetap akan bisa dapat makan," jelas dia.
Tahapan Pemberian Bansos Tunai
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan bantuan tunai se-Indonesia tahun 2021. Bantuan ini dalam rangka membantu masyarakat mengatasi dampak ekonomi dari pandemi Covid-19.
Presiden Jokowi menambahkan, bantuan tunai 2021 ini akan diberikan kepada masyarakat dalam beberapa tahapan. Pertama, Program Keluarga Harapan diberikan empat tahap pada bulan Januari, April, Juli dan Oktober melalui bank yang tergabung dalam Himbara.
Kemudian, Program Sembako disalurkan dari bulan Januari sampai Desember 2021. Nilainya sebesar Rp 200.000 per bulan per Kartu Keluarga (KK).
"Kemudian bantuan sosial tunai diberikan selama 4 bulan Januari, Februari, Maret April dan nilainya Rp 300.000 per bulan per KK, ini sudah jelas semuanya," ucapnya.
Kepala negara berharap bantuan ini dapat meringankan keluarga-keluarga yang terdampak covid. Serta, bisa menjadi pemicu untuk menggerakkan ekonomi nasional.
"Mengungkit ekonomi nasional kita memperkuat daya beli masyarakat sehingga kita harap pertumbuhan ekonomi nasional meningkat dan lebih baik," pungkas Presiden Jokowi.
(mdk/bim)