Menhub tetap lanjutkan proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas
Proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Jawa Tengah tetap akan dilanjutkan, meski terindikasi adanya suap dengan diciduknya Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, sebenarnya proyek tidak bermasalah.
Proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas Semarang, Jawa Tengah tetap akan dilanjutkan, meski terindikasi adanya suap dengan diciduknya Dirjen Perhubungan Laut Antonius Tonny Budiono oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, sebenarnya proyek tidak bermasalah. Apalagi proses tender sudah dilakukan sesuai prosedur melalui lelang elektronik.
Menhub mengklaim tidak menemukan adanya penyimpangan dalam proses lelang tersebut. Uang yang diterima Tonny, katanya, bukanlah suap untuk memenangkan tender, melainkan uang ucapan terima kasih.
"Itu bukan suap, tapi uang ucapan terima kasih," ujar Budi, di Solo, Jumat (25/8).
Kendati demikian, Menhub berjanji akan melakukan kajian ulang sejumlah proyek di kementerian yang dipimpinnya. Termasuk proyek pengerukan pelabuhan Tanjung Mas dan proyek lain yang tengah dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Laut.
Pada OTT kali ini, KPK menetapkan Tonny sebagai tersangka proyek pengerukan Pelabuhan di Tanjung Mas Semarang. Tonny diduga menerima suap dari Adiputra Kurniawan selaku Komisaris PT Adhiguna Keruktama.
Baca juga:
Angkat pejabat baru, Menhub minta kerja maksimal dan hindari korupsi
Ekspresi Dirjen Hubla Kemenhub saat ditahan KPK
KPK buka segel kantor Dirjen Hubla Kemenhub
Dirjen kena OTT, Menhub minta pegawai Kemenhub hilangkan korupsi
Menhub Budi Karya tunjuk Bay Mokhamad Hasani jadi Plt Dirjen Hubla
Dirjen Hubla pakai uang hasil suap untuk kegiatan sosial