Menhub Budi prediksi penyelesaian BIJB molor hingga Juni 2018
Menhub Budi prediksi penyelesaian BIJB molor hingga Juni 2018. Meski diperkirakan molor, namun, dia cukup bahagia dengan progres proyek strategis nasional tersebut. Kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dinilai cukup baik hingga akhirnya pengerjaan fisik sampai saat ini terus berjalan.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengunjungi proyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati, Kabupaten Majalengka. Dalam kunjungan kerja itu Menteri Budi, tidak yakin pengerjaan proyek bandara senilai Rp 2,1 triliun tersebut rampung tepat waktu.
"Tadinya kita berharap bisa selesai Februari atau Maret. Tapi kalau lihat fisik sekarang ini mungkin kira-kira Juni (2018) nanti," kata Menteri Budi disela kunjungannya ke lokasi, Jumat (24/2).
Meski diperkirakan molor, namun, dia cukup bahagia dengan progres proyek strategis nasional tersebut. Kerja sama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dinilai cukup baik hingga akhirnya pengerjaan fisik sampai saat ini terus berjalan.
"Apalagi dinamika di lapangan yang mana penolakan sempat bergulir saat pemerintah akan membebaskan lahan."
Untuk diketahui, skema pembiayaan untuk pembangunan BIJB 51 persen disumbang dari setoran modal Pemprov Jawa Barat. Sedangkan, sisanya mekanisme pinjaman melalui reksadana.
"Formatnya tadinya APBN. Tapi ada kreativitas dari pak Gubernur untuk danai dari APBD dan dikombinasikan dengan satu investasi swasta." imbuhnya.
Direktur Utama PT BIJB, Virda Dimas Ekaputra, mengungkapkan pembangunan sisi darat BIJB dibagi menjadi tiga paket. Paket pertama yang dikerjasamakan dengan PT Adhi Karya, membangun infrastruktur seperti, akses jalan, drainase, dan parkir kendaraan yang progres pembangunannya mencapai 64,2 persen.
Untuk paket kedua, BIJB membangun terminal utama penumpang dengan luas 121.100 meter persegi (m2). Namun, untuk tahap awal pengoperasiannya, BIJB akan membangun terminal penumpang seluas 96.000 m2.
Adapun untuk paket tiga, PT Waskita yang ditunjuk untuk mengerjakan sarana penunjang lainnya seperti pembangunan terminal cargo. "Dari keseluruhan saat ini pengerjaan mencapai 32 persen," ujarnya.
Merdeka.com yang turut serta dalam rombongan saat meninjau progres proyek itu, melihat pengerjaan runway yang dibutuhkan sepanjang 3.000 meter sudah tahap akhir. Pengaspalan landasan pacu pesawat juga sudah rampung. Adapun dari pengerjaan untuk terminal masih dalam konstruksi pembangunan.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, masalah pembebasan lahan yang sempat terkana penolakan sebelumnya sudah dapat diatasi. Sehingga dari 1.800 hektare yang dibutuhkan, bisa kembali dilanjutkan pembebasannya. Saat ini pembebasan lahan sudah mencapai 1.000 hektare.
"Alhamdulilah sudah selesei. Kemarin mungkin mendengar informasi tentang kelurahan desa Sukamulya. Alhamdulillah pak kadesnya juga datang tidak ada masalah. Sehingga pembebasan lahan akan dilanjutkan," terang Aher di tempat sama.
Turut mendampingi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Bupati Majalengka Sutrisno dan Direktur Utama PT BIJB Virda Dimas Ekaputra serta beberapa unsur muspida dari Pemprov Jabar dan Pemda Majalengka.
Baca juga:
Menengok 4 fasilitas dari AP II manjakan pengunjung bandara
Kini masyarakat bisa nonton bioskop di Bandara Soetta
Menhub klaim wisatawan asing ke Indonesia sudah capai 19,78 juta
Bandara Pekanbaru 'disulap' jadi mal dan ada Trans Studio Mini
Menhub Budi: Pengembangan Bandara Syamsudin Noor mulai Maret 2017
Dukung pariwisata Danau Toba, AP II percantik Bandara Silangit
Menpar: Yuk, dukung Bandara Soetta di Skytrax World Airport Awards