LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Mengintip persiapan Sharp hadapi revolusi industri ke-4

Salah satu hal yang tengah menjadi bahan pertimbangan di internal perusahaan adalah terkait dampak digitalisasi industri bagi tenaga kerja.

2018-05-03 16:29:05
Sharp
Advertisement

PT Sharp Electronics Indonesia tengah menyiapkan diri untuk memasuki era industri 4.0 atau revolusi industri ke-4. Salah satu hal yang tengah menjadi bahan pertimbangan di internal perusahaan adalah terkait dampak digitalisasi industri bagi tenaga kerja.

Domestic National Sales Senior General Manager PT Sharp Electronics Indonesia, Andri Adi Utomo mengatakan, pihaknya tengah melakukan kombinasi tenaga mesin dengan manusia. Hal ini sebagai upaya agar jangan sampai digitalisasi justru menggerus keberadaan tenaga kerja.

"Tapi (jenis pekerjaan) yang berisiko, yang berkaitan dengan keselamatan tenaga kerja kita ganti dengan mesin. Karena kita kerja 24 jam, kalau pakai orang bisa dibayangkan. Apalagi terpapar dengan limbah beracun, panas, terbentur," jelas dia di Jakarta, Kamis (3/5).

Advertisement

Perusahaan juga terus melakukan studi mengenai tenaga kerja yang bisa dialihkan. Namun demikian, masih banyak bidang yang membutuhkan tenaga kerja manusia.

"Masih banyak, seperti distribusi. Itu tidak bisa pakai mesin," tutup Andri.

Untuk memasuki revolusi industri 4.0, perlu disiapkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Adapun caranya melalui reskilling, dan berbagai pelatihan.

Advertisement

"Dan Siemens mempunyai pusat vokasi terbesar dan terbaik. Siemens sudah melakukan pelatihan di lebih 20 negara di dunia," kata Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat bertemu dengan anggota komisaris Siemens AG.

Airlangga mengatakan, Jerman merupakan kiblatnya industri 4.0. Karena itu, untuk memantapkan revolusi industri keempat di Tanah Air, Indonesia perlu banyak belajar dari Jerman. Terutama soal pelatihan SDM. "Untuk memantapkan industri 4.0, vokasi dan training sangat diperlukan untuk mempersiapkan SDM-nya," tutur dia.

Dalam pertemuan itu, Airlangga kembali menegaskan bahwa revolusi industri 4.0 bukan pergantian tenaga kerja, namun pergantian pekerjaan. Di belakang robot tetap ada tenaga kerja, sehingga dibutuhkan training dan reskilling bagi para generasi muda untuk menghadapi revolusi industri 4.0 ini.

Dia mencontohkan yang terjadi di Tanah Air, pada era digitalisasi ini bermunculan transportasi online seperti Go-Jek, Grab. Lalu tumbuhnya e-commerce dan lainnya justru malah menambah lapangan pekerjaan.

"Jadi industri 4.0 adalah tantangan yang sangat baik bagi Indonesia. Industri 4.0 akan menjadi lebih efektif, produktif dan dapat bersaing di dunia," ucapnya.

Baca juga:
Siapkan tenaga kerja handal untuk industri 4.0, Airlangga berkaca pada Siemens
Gaet investor, Airlangga beberkan keunggulan Indonesia di depan para pengusaha Ceko
4 Gebrakan Airlangga bangun SDM untuk hadapi revolusi industri 4.0
3 Keyakinan revolusi industri 4.0 bakal ciptakan lapangan kerja baru
Di Ceko, Airlangga beramah tamah dengan mahasiswa ikatan dinas era Soekarno

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.