LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Mengintip hasil dana desa di kecantikan ekowisata mangrove Belitung

Ketua kelompok Cipta Lestari Kuale, Feri Gunawan menceritakan, kampungnya mendapat bantuan dana desa pada September 2016 lalu. Dana yang tak sampai Rp 100 juta ini digunakan untuk membangun tracking yang terbuat dari papan, sangat klasik. Selanjutnya, dana desa tersebut juga digunakan untuk membeli tiga kapal kecil.

2017-12-15 08:00:00
Dana Desa
Advertisement

Kebijakan pemerintah Jokowi-JK menggenjot penyaluran dana desa mulai menuai hasil. Salah satunya dapat dilihat dari pengembangan ekowisata mangrove di Kampung Kuale Desa Sijuk, Kecamatan Sijuk, Belitung.

Ekowisata mangrove ini dikembangkan sangat cantik. Sekeliling hutan mangrove dibangun tracking atau tempat berjalan kaki sepanjang 650 meter. Di samping tracking, terdapat sungai yang bisa dilalui kapal kecil.

Ekowisata ini dikelola langsung kelompok masyarakat Kampung Kuale yang terkumpul dalam Kelompok Cipta Lestari Kuale. Belum ada tarif masuk yang dipatok masuk tempat ini. Namun, kelompok ini hanya meminta donasi seadanya dengan menyediakan kotak donasi di pintu masuk

Ketua kelompok Cipta Lestari Kuale, Feri Gunawan menceritakan, kampungnya mendapat bantuan dana desa pada September 2016 lalu. Dana yang tak sampai Rp 100 juta ini digunakan untuk membangun tracking yang terbuat dari papan, sangat klasik.

"Awalnya ini cuma hutan mangrove yang jadi mata pencaharian masyarakat. Ini kemudian dikembangkan jadi jadi daerah wisata," ucap Feri saat bercerita di kawasan wisata tersebut.

Selanjutnya, dana desa tersebut juga digunakan untuk membeli tiga kapal kecil yang mengajak wisatawan mengelilingi hutan mangrove. Selanjutnya, daerah wisata tersebut mendapat bantuan satu kapal lagi dari masyarakat setempat.

"Jadi total sekarang baru empat kapal, satu kapal bisa membawa 3 orang," katanya.

Tak berhenti di situ, kawasan wisata ini kemudian mendapat bantuan dari PT Perusahaan Listrik Negara berupa mesin listrik empat buah. Jadi, kapal empat tadi menggunakan mesin listrik yang hanya butuh di charge.

"Kita bersyukur PLN bisa memberi empat mesin ini. Dulu sebelum ada mesin kita masih menggunakan tenaga manusia," tegasnya.

Tarif naik kapal mengelilingi hutan mangrove layaknya film Anaconda ini juga terbilang murah. Waktu menggunakan tenaga manusia atau dikayuh, wisatawan harus membayar Rp 20.000 untuk berkeliling lebih kurang setengah jam.

"Kalau mesin kita belum tau berapa tarifnya nanti, soalnya ada biaya charge kan."

Ekowisata ini juga terbilang sukses menarik perhatian wisatawan. Menurut Feri, belum lama ini turis asing asal Swiss, Belgia dan Prancis berkunjung ke daerah tersebut.

Baca juga:
Pemerintah targetkan SKB program padat karya selesai sebelum Natal
Penyebab dana desa tak jadi naik 2 kali lipat di 2018 seperti janji Jokowi
Menko PMK instruksikan dana desa bermanfaat ciptakan lapangan kerja
DKI sebut tidak ada penghapusan LPJ operasional RT/RW, hanya peniadaan kuitansi
Sri Mulyani: Desain belanja daerah mengkhawatirkan, terlalu banyak program
Pemerintah yakinkan dana desa akan perbaiki daya beli masyarakat di 2018
Bupati Purwakarta dan Kapolres teken MoU cegah korupsi dana desa

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.