LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Mengintip bisnis minuman beralkohol di Tanah Air

Pertumbuhan konsumsi minuman beralkohol di Indonesia masih tinggi meski diterpa krisis.

2013-02-15 09:14:00
Minuman Beralkohol
Advertisement

Tengah malam, tempat nongkrong 7-Eleven di beberapa bilangan Jakarta padat oleh kaum muda. Terlebih lagi jika menjelang hari libur atau akhir pekan. Bermacam makanan dan minuman tersaji di atas meja yang memang disediakan oleh toko tersebut.

Bukan barang yang jarang bila di atas meja tersebut terletak beberapa merek bir seperti Heineken, Bir Bintang, Sands maupun Guinnes.

Ya, kini minuman mengandung alkohol, meski kecil, sudah tidak tabu lagi dikonsumsi di Indonesia. Jika di daerah barat bir dan minuman beralkohol dikonsumsi sebab hawa dingin, tak sama halnya di Indonesia. Bir adalah sebagai bagian dari gaya hidup di Tanah Air.

Advertisement

Konsumsi minuman beralkohol juga tidak terganggu oleh krisis. Selain warga lokal, pengkonsumsi bir di Indonesia adalah warga asing yang tengah berwisata di Indonesia.

Dengan berbagai produk bir unggulannya, PT Multi Bintang Indonesia sebagai perusahaan pemroduksi Bir Bintang, Heineken, Sand, dan Guiness telah mencatatkan pertumbuhan penjualan yang tinggi.

Hingga September tahun lalu, penjualan Multi Bintang Indonesia naik 28 persen menjadi Rp 1,5 triliun. Di sisi lain, keuntungan perusahaan itu melonjak 53 persen menjadi Rp 453 miliar.

Advertisement

Hal itu menjadi alasan Menteri Perindustrian MS Hidayat untuk mengusulkan industri minuman beralkohol masuk dalam daftar negatif investasi (DNI). Sehingga, pengolahan minuman bir akan diharuskan berlokasi di dalam negeri.

"Itu saya mau mengusulkan diizinkan dengan catatan," ujar MS Hidayat, Kamis (13/2).

Lokasi pabrik pembuatan minuman ini, lanjutnya, rencananya akan lebih diarahkan di Indonesia bagian timur. Minuman beralkohol ini menjadi bagian komoditi pendorong kinerja ekspor.

"Memproduksinya dengan ketentuan-ketentuan yang ketat tapi diizinkan. Dan dilakukannya di Indonesia timur atau di daerah yang memungkinkan," katanya.

(mdk/rin)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.