Mengenal IMF, dan Perannya untuk Penopang Ekonomi Dunia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ada 28 negara yang sedang antre untuk mendapatkan keringan dan pinjaman dari Dana Moneter Internasional atau biasa dikenal dengan sebutan IMF karena kondisi dari 28 negara tersebut yang sedang rentan.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ada 28 negara yang sedang antre untuk mendapatkan keringan dan pinjaman dari Dana Moneter Internasional atau biasa dikenal dengan sebutan IMF karena kondisi dari 28 negara tersebut yang sedang rentan.
Kendati demikian, seperti apa peran IMF. Melansir dari laman resmi IMF, Kamis (13/10), IMF adalah sebuah organisasi internasional yang didirikan pada tahun 1944 setelah depresi hebat pada tahun 1930-an. Ada 44 negara anggota pendiri berusaha membangun kerangka kerja untuk kerja sama ekonomi internasional.
IMF bertujuan mempererat kerjasama moneter global, dengan memperkuat stabilitas keuangan, kemudian mendorong perdagangan internasional, mengentaskan kemiskinan dunia, dan memperluas lapangan pekerjaan, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Saat ini, anggotanya mencakup 190 negara, dengan staf yang diambil dari 150 negara. IMF diatur oleh dan bertanggung jawab kepada 190 negara yang membentuk keanggotaan global.
Oleh karena itu dengan tujuan yang digaungkan IMF, dana yang didapatkan IMF yakni dari kuota dana dari masing-masing negara yang menjadi anggota IMF. Setiap negara diwajibkan menyumbang sejumlah dana langganan modal (kuota) ketika mereka menjadi anggota. Setiap anggota IMF diberi kuota, berdasarkan secara luas posisi relatifnya dalam perekonomian dunia.
Sumber daya yang dipinjam ini memainkan peran penting dalam memungkinkan IMF untuk mendukung negara-negara anggotanya selama krisis ekonomi global. Dengan begitu negara yang kemudian dapat meminjam dari kumpulan ini ketika mereka mengalami kesulitan keuangan.
Saat ini total sumber daya IMF saat ini sebesar sekitar SDR 973 miliar diterjemahkan menjadi kapasitas pinjaman sekitar SDR 707 miliar (sekitar USD1 triliun), setelah menyisihkan penyangga likuiditas dan mempertimbangkan bahwa hanya sumber daya anggota dengan posisi eksternal yang kuat yang digunakan untuk pinjaman.
Baca juga:
Ada Ancaman Resesi, Indonesia Bakal Masuk Daftar Pasien IMF?
Menteri Bahlil Optimis Indonesia Tak akan Masuk Daftar Pasien IMF
Ekonomi Dunia Anjlok, Ada Negara Maju Masuk Daftar Pasien IMF
IMF Pangkas Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Global di 2023 Jadi 2,7 Persen
Sri Mulyani: Banyak Negara Sedang Tidak Baik-Baik Saja
Ekonomi Global Terpuruk, Jokowi: 28 Negara Antre Jadi Pasien IMF