LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menengok pasang surut hubungan dagang Indonesia-Israel

Tidak hanya impor, Indonesia juga ekspor ke Israel.

2014-03-14 08:28:00
Israel
Advertisement

Hubungan dagang antara Indonesia dan Israel diakui telah berjalan sejak lama. Meski dua negara tidak mempunyai hubungan bilateral, perdagangan antar kedua negara itu disebut legal alias sah.

Sebenarnya, awal milenium kedua, mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Muhammad Jusuf Kalla memutuskan mencabut larangan hubungan dagang langsung antara perusahaan swasta Indonesia dan Israel. Keputusan itu tertuang dalam surat bernomor 26/MPP/Kep/11/2000 tertanggal 1 Februari 2000. Setahun kemudian, Menteri Perdagangan Luhut B. Pandjaitan membenarkan soal pencabutan larangan itu.

Hubungan bisnis dan dagang antar dua negara terjalin secara resmi dan legal pada 2001 lalu atau di era kepemimpinan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Namun, tajamnya perbedaan pandangan antara Indonesia dan Israel dinilai menjadi penghambat potensi bisnis dan peluang ekspansi dua negara.

Advertisement

"Setahu saya boleh deh, secara perdagangan mungkin boleh. Kalau tidak salah boleh semenjak zaman Gus Dur. Tapi nanti saya cek lagi," ucap Direktur Impor Kementerian Perdagangan Didi Sumed

Data dari kementerian Perdagangan juga menyebutkan bahwa neraca perdagangan Indonesia-Israel cukup positif. Tahun 2007, total perdagangan Indonesia-Israel mencapai USD 124.100 dan meningkat menjadi USD 116,4 juta pada tahun 2008. Tahun 2009, total perdagangan dua negara mencapai USD 91.613 juta dan kembali meningkat menjadi USD 117,5 juta pada tahun 2010. Data tahun 2011 menunjukkan, total perdagangan Indonesia-Israel mencapai USD 69,6 juta. Dan hingga pertengahan tahun ini sudah mencapai USD 79 juta.

Kerja sama perdagangan dua negara terjalin berkat peran salah satu perusahaan ekspor-impor bernama Indolink yang bermarkas di Israel. Dalam profil perusahaan disebutkan bahwa visi dan misi perusahaan tersebut adalah membantu pengusaha antar dua negara menjalin kerjasama strategis dan saling menguntungkan.

Advertisement

Indolink mengambil peran sebagai agen bisnis atau semacam broker perusahaan Indonesia di Israel. Sebab, perusahaan berjanji memberi layanan menyeluruh bagi importir dan distributor Indonesia yang tertarik bekerjasama dengan suplaier dari Israel mulai dari penjajakan produk, negosiasi harga, perjanjian kerja sama hingga transaksi.

Direktur Kerjasama Perdagangan Internasional (KPI) Kementerian Perdagangan, Iman Pambagyo menyebut Indonesia tidak hanya mengimpor barang dari Israel, tapi mengekspor barang produk Indonesia ke Israel. Namun, ekspor ini dilakukan melalui negara ketiga atau transit.

"Ada, kita juga ekspor ke sana (Israel) tapi melalui negara ketiga. Kita enggak langsung ke Israel," kata Iman di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (13/3).

Namun Iman enggan menyebut jenis barang atau komoditas Indonesia yang diekspor ke Israel. Iman juga enggan menyebut perusahaan yang mengekspor barang ke Israel. "Barang apa yaa, saya tidak mau ngomong. Kamu Palestina ya," ucap Iman sambil tersenyum.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.