Menengok Lembaga Pengelola Investasi di Beberapa Negara, Asetnya Capai USD 1 Triliun
Sementara di Singapura, menamakan sebagai Government of Singapore Investment Corporation atau GIC. Di mana total setnya mencapai Rp440 miliar yang berasal dari internal.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati menjelaskan soal bentuk dan tujuan Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Sovereign Wealth Fund (SWF) di beberapa negara yang berbeda-beda. Sebab, hal itu sesuai dengan kebutuhan pendanaan dan kemampuan dari negara masing-masing.
Dia mencontohkan, seperti di Norwegia yang menamakan lembaga pengelola investasinya oil fund. Di mana aset manajemennya hampir mencapai sebesar USD 1 triliun lebih.
"Ini uang yang berasal dari hasil minyak bumi, tujuannya untuk mengelola dana itu untuk dapatkan financial return dan fokusnya investasi di public listed company sifatnya jangka panjang," kata dia dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, secara virtual di Jakarta, Senin (25/1).
Dia mengatakan, selera investasi di negara itu paling tinggi adalah investasi dalam bentuk ekuitas. Di mana 60 persen dari modalnya atau aset under management adalah dalam bentuk ekuitas.
"Entitas dan framework regulasinya ini badan khusus dikelola di bawah bank sentral. Landasan hukumnya goverment petroleum fund act seperti UU khusus," jelas dia.
Sementara di Singapura, menamakan sebagai Government of Singapore Investment Corpration atau GIC. Di mana total setnya mencapai Rp440 miliar yang berasal dari internal.
Adapun fokus tujuannya dapat keuntungan imbal hasilnya dengan investasi jangka panjang dan juga portofolio investasi yang terdiri dari berbagai aset kelas seperti global equity, bonds, private equity dan real estate.
"Untuk GIC didirikan pemerintah dalam bentuk Singapore Companies Act seperti perseroan dan reserve management entititas melalui monetary authority of Singapore dan temasek. Ini artinya dia juga shareholdernya adalah bank sentral yang mengelola reserve dari Singapura," jelasnya.
Di India
Selain itu ada juga, National Investment and Infrastructure Fund (NIIF) yang dimiliki oleh India. Di mana asetnya mencapai USD 3 miliar yang berasal dari internal dan investasi asing langsung atau FDI.
Tujuan dari NIIFT mendapatkan imbal hasil atau keuntungan dengan menarik FDI lebih banyak. Juga bisa menggandeng co investment partner dan perkembangan sektor infra jangka panjang.
"Ada miripnya dengan yang sedang kita bangun di SWF kita. Entitas NIIF adalah berbentuk trust yang diinvestasikan langsung Pemerintah India," jelas dia.
(mdk/idr)