LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menengok Ekonomi Argentina, Pemenang Piala Dunia 2022 yang Hampir Terpuruk

Tim Nasional (Timnas) sepak bola Argentina menjadi juara Piala Dunia 2022. Argentina menang dari Prancis dalam laga final di Stadion Lusail Iconic, Qatar. Kemenangan ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, Argentina pernah menjadi juara dunia sepak bola pada tahun 1978 dan 1986.

2022-12-19 14:43:54
Argentina
Advertisement

Tim Nasional (Timnas) sepak bola Argentina menjadi juara Piala Dunia 2022. Argentina menang dari Prancis dalam laga final di Stadion Lusail Iconic, Qatar. Kemenangan ini bukan yang pertama kali. Sebelumnya, Argentina pernah menjadi juara dunia sepak bola pada tahun 1978 dan 1986.

Namun kemenangan Argentina kali ini terbilang menarik. Timnas Argentina mampu mengangkat trofi di tengah kondisi ekonomi negaranya yang sedang tidak baik-baik saja. Sebagaimana ekonomi global yang tengah diselimuti awan hitam.

Per November 2022, tingkat inflasi di Argentina mencapai 92,4 persen. Angka ini menunjukkan harga barang-barang konsumsi mereka naik 2 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Advertisement

Mahalnya harga-harga tersebut membuat daya beli masyarakat di Argentina juga turun drastis. Mereka pun terpaksa mengurangi konsumsi demi bisa bertahan hidup.

Melansir dari Rueters, pemilik toko sayur dan bahan makanan di Argentina mengaku masyarakat sekarang ini sangat irit ketika berbelanja. Biasanya mereka membeli buah dalam jumlah banyak. Namun sekarang tidak ada yang membeli buah. Begitu juga dengan sayuran. Mereka membeli sayuran sangat sedikit.

"Kalau dulu orang beli buah satu butir, sekarang mereka hanya dapat setengah. Sangat banyak yang berubah dalam satu tahun terakhir," kata Eduardo dikutip dari Reuters di Jakarta, Senin (19/12).

Advertisement

Warga Argentina lainnya, Natalia mengaku akhir-akhir ini kesulitan mengatur keuangan. Sebab harga sewa rumah naik setiap tiga bulan. "Sekarang saya sangat sulit mengelola anggaran bulanan. Harga sewa rumah saya dinaikkan setiap tiga bulan," ungkap Natalia dari sumber yang sama.

Saat ini Argentina tengah terililit utang Rp 515.000 triliun. Sementara kas negara yang dimiliki pemerintah hanya Rp 32,5 triiun. Kondisi ini membuat tingkat kemiskinan ekstrem tengah melonjak di sana. Sampai semester I-2022, angka kemiskinan di Argentina mencaapai 36 persen. Setidaknya ada 5,3 juta jiwa yang masuk dalam kategori masyarakat miskin ekstrem dari jumlah penduduknya 45,8 juta jiwa.

Sementara itu, pada Oktober 2022, melansir dari CNBC.com, bank sentral Argentina, Banco Central de la República Argentina (BCRA) telah menaikkan suku bunga acuan negaranya hingga 550 basis poin (bps) pada 15 September 2022 lalu. Padahal tingkat inflasi per Agustus 2022 telah mencapai 78,5 persen.

Sebenarnya tingkat inflasi Argentina sudah tembus 2 digit sejak tahun lalu karena pandemi Covid-19. Kondisi ini semakin parah ketika terjadi perang di Ukraina yang dilakukan Rusia. Akibatnya nilai mata uang peso Argentina (ARS) melemah hingga 47 persen di tahun ini. Kini USD 1 hampir mencapai 150 ARS, padahal di tahun 2018 hanya ARS 4.

Tingginya permintaan dolar AS di Argentina menyebabkan terjadinya blue dolar. Artinya penukaran mata uang secara ilegal di jalanan atau tidak teregulasi dengan baik oleh bank sentral. Hal ini menunjukkan masyarakat setempat sudah tidak lagi mempercayai Peso sebagai mata uang Argentina.

Di sisi lain, kemenangan Argentina setidaknya telah menjadi pelipur lara. Meskipun kemenangan tersebut dinilai tidak cukup membantu memperbaiki kondisi ekonomi negara asal Lionel Messi.

Peneliti sekaligus penulis studi dan Economics Postdoctoral Research Fellow di University of Surrey, Marco Mello mengatakan masalah inflasi di Argentina sudah terlalu paran dan mengakar. "Masalah ekonomi Argentina terlalu parah dan mengakar," ujar Marco dikutip melalui Deutsche Welle, Senin (19/12).

Meski demikian, euforia kemenangan atas timnas Argentina pada Piala Runia Qatar 2022 tetap memiliki harapan positif. Dari hasil penelitian yang dilakukan Universitas Surrey menunjukan, kemenangan satu negara dalam ajang piala dunia akan mengerek kinerja ekspor. Sementara konsumsi atau investasi domestik tidak mengalami perkembangan yang progresif.

"Ditemukan bahwa ada peningkatan PDB dalam dua kuartal pertama setelah kemenangan, ketika kekuatan merek negara pemenang secara signifikan meningkatkan popularitas ekspornya," demikian hasil penelitian tersebut.

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.