LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Mendag Target Kontrak Ekspor Rp154 Triliun di Gelaran TEI 2022

Pria yang akrab disapa Zulhas ini mengatakan, belum saja acara dibuka, jumlah kontrak ekspor yang didapat dari TEI ke-37 tersebut mencapai USD 1,5 miliar.

2022-10-19 14:50:00
Kemendag
Advertisement

Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan menargetkan bisa meraup kontrak ekspor senilai USD 10 miliar atau setara Rp154 triliun (kurs Rp15.400 per dolar AS) dari gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) 2022.

Pria yang akrab disapa Zulhas ini mengatakan, belum saja acara dibuka, jumlah kontrak ekspor yang didapat dari TEI ke-37 tersebut mencapai USD 1,5 miliar.

"Oleh karena itu kami dari Kementerian Perdagangan yakin selesai pameran ini mudah-mudahan kita bisa dapat kontrak dari hasil ekspor ini. Mudah-mudahan kita bisa mencapai USD 10 miliar," kata Mendag dalam sesi opening ceremony TEI 2022 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Rabu (19/10).

Advertisement

Adapun target angka tersebut naik dibanding nilai transaksi dari gelaran TEI di tahun-tahun sebelumnya. Pada 2019, kontrak ekspor yang diperoleh dari TEI mencapai USD 9,29 miliar.

Pandemi Covid-19 berakibat pameran TEI 2020 hanya memperoleh pemasukan USD 1,3 miliar, sementara di 2021 juga baru sekitar USD 6,06 miliar.

Advertisement

Dihadiri 795 Pelaku Eksportir

Dalam TEI 2022 yang digelar pada 19-23 Oktober 2022, tercatat ada sebanyak 795 pelaku eksportir dengan jumlah pembeli terdaftar mencapai 2.288 dari 176 negara.

Produk yang ditampilkan terbagi dalam 7 zona kategori, yakni manufaktur, aksesoris fesyen kecantikan, kesehatan dan peralatan medis, mebel, dekorasi, jasa digital, serta makanan dan minuman.

Mendag menyampaikan, pemerintah fokus mendorong pintu ekspor bagi para pelaku UMKM di acara TEI 2022 ini.

"Perusahaan besar ada, tapi 30 persen kami alokasikan untuk UMKM. Jadi kalau stan banyak UMKM, memang harus ada UMKM," tegas Mendag Zulkifli Hasan.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.