Mendag soal Rupiah melemah: Eksportir senang, paling jingkrak bombay
"Cuma setiap fluktuatif seperti ini baik ekspor, impor akan menjadi persoalan, karena engga bisa menghitung harga."
Nilai tukar Rupiah dibuka merosot tajam pada perdagangan hari ini. Rupiah dibuka anjlok ke level Rp 13.394 per USD atau melemah dibanding penutupan perdagangan kemari di Rp 13.138 per USD. Di tengah perdagangan, Rupiah sempat merosot ke Rp 13.865 per USD.
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengatakan, pelemahan nilai tukar akan membuat para eksportir senang. Mereka akan untung dengan melemahnya Rupiah, namun importir dipastikan akan merugi.
"Eksportir paling jingkrak bombay, senang eksportirnya. Cuma setiap fluktuatif seperti ini baik ekspor impor akan menjadi persoalan, karena engga bisa menghitung harga," kata Enggar saat berbincang-bincang dengan media di Kantornya, Jumat (11/11).
Enggar menduga, pelemahan nilai tukar Rupiah hanya sementara karena berbagai rumor yang terjadi salah satunya terkait hasil pemilihan presiden AS.
"Ini kan shocking sesaat karena berbagai rumor dan mengaitkan berbagai hal. Kita tidak semata-semata dengan nilai tukar. Kita pernah, Brexit saja ada koreksi sedikit," ujarnya.
Baca juga:
BI: China lebih pengaruhi ekonomi Indonesia ketimbang AS
Pemerintah masih tunggu kebijakan Trump soal TPP
Bank Indonesia bocorkan strategi menstabilkan nilai tukar Rupiah
Desember 2016, Garuda Indonesia terbang langsung Jakarta-Mumbai
BI: Anjloknya Rupiah karena pasar global khawatir kebijakan Trump