Mendag siap sambut kambing dari Timor Leste
Kerjasama bidang perdagangan tentunya harus menguntungkan dua negara.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan pemerintah belum merencanakan akan mengimpor kambing dari Timor Leste. Pasalnya, saat ini kebutuhan daging kambing relatif dapat terpenuhi.
Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan dirinya belum mendapat informasi ini. Namun dia menyambut baik niat baik kerjasama dari negara tetangga ini.
"Saya belum dengar malah, tapi nanti saya diskusikan terlebih dahulu. Kalau pun ada, bagus tandanya," ujarnya kepada merdeka.com usai acara konferensi pers Trend Expo 2013 di Kemendag, Jakarta, Kamis (20/6).
Menurutnya, jika rencana ini memang terealisasi maka tentunya akan menguntungkan kedua belah pihak. "Kalau jadi bagus malah, tapi memang saya belum dengar, saya cek dulu ya," jelas dia.
Sebelumnya, Menteri Muda Peternakan Timor Leste Valentino Varela kepada wartawan di Kupang pekan lalu, menyatakan stok kambing di negaranya relatif melimpah. Tahun lalu mencapai 3 juta ekor. Karena itu, dia percaya diri bisa memenuhi kebutuhan kambing di Indonesia.
Hanya saja, pemerintah Indonesia masih menanggapi dingin ambisi Timor Leste tersebut. "Peluang untuk mengekspor ternak ke Indonesia belum sepenuhnya dibuka pemerintah, sehingga masih perlu pembicaraan lebih lanjut," ungkap Varela.
Jika pemerintah pusat memberi lampu hijau, Varela mengaku siap mendatangkan kambing melalui NTT. Sebab, kerja sama negaranya soal pengiriman jenis ternak lain dengan Pemerintah Provinsi NTT sudah terjalin baik.
"Timor Leste ingin mengekspor ternak melalui tiga pintu perbatasan di Kefamenanu, Atapupu, dan Betun," paparnya.
Menilik data pemerintah, produksi kambing nasional masih tumbuh cukup besar. Hasil sensus Kementan tahun lalu, jumlah total populasi kambing di seluruh Indonesia mencapai 17,8 juta ekor, tumbuh 5,1 persen dibanding 2011.
Daerah yang populasinya paling padat dan cocok sebagai sumber bibit dan bakalan untuk komoditas Kambing secara berturut-turut adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Sumatera Utara, Nanggroe Aceh Darusallam, dan Sulawesi Selatan.
Namun, dari peningkatan konsumsi daging kambing, tidak menutup kemungkinan impor nantinya akan dibuka. Apalagi selain Idul Adha, sebagai negara mayoritas muslim, penduduk Indonesia banyak yang menyembelih kambing ketika menyelenggarakan aqiqah, atau selamatan kelahiran anak.
Saat ini, perdagangan Indonesia-Timor Leste sedang meningkat. Pada 2011, nilai perdagangan kedua negara mencapai USD 221,5 juta, atau melonjak USD 40 juta dibanding tahun sebelumnya.
(mdk/bmo)