Mendag M. Lutfi ogah berkomitmen tolak impor pangan
Hanya berkomitmen untuk menjadi regulator perdagangan yang adil
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengaku mendukung ketahanan pangan dan diversifikasi produksi pangan nasional. Namun, disisi lain, dia juga bakal tetap membuka lebar keran impor pangan.
Atas dasar itulah, dia ogah menyampaikan komitmennya menolak impor, saat membuka Agrinex Expo ke-8, seperti diminta ketua panitia Rifda Ammarina. Ini agar sejalan dengan substansi pameran yang menampilkan ratusan produk pertanian unggulan Indonesia.
"Saya tolak secara keras permintaan ketua panitia. Data Bappenas dari Nilai Tukar Petani, ketika harga pangan naik, mereka juga bertambah miskin," ujarnya, di Jakarta Convention Center, Jumat (28/3).
Lutfi menegaskan hanya berkomitmen untuk menjadi regulator perdagangan yang adil sepanjang masa bakti yang hanya tersisa delapan bulan lagi. Dia tidak segan untuk membuka keran impor pangan jika terjadi kelangkaan pasokan yang membuat harga melonjak.
Diakuinya, sikap itu pernah diprotes oleh sebuah asosiasi petani. "Saya samperin perwakilan asosiasi petani itu. Saya katakan silakan bapak atas nama 2 juta petani minta harga mahal, saya hargai. Tapi saya mendag, atas nama 237 juta penduduk Indonesia menolak membayar ketika produktivitas menurun, lalu rakyat yang disuruh tanggung," kata Lutfi.
Terlepas dari itu, lanjutnya, impor bukan satunya-satunya jalan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. Ada solusi lain berupa peningkatan produktivitas yang menjadi domain Kementerian Pertanian.
"Yang dilakukan itu menggarap sektor yang punya keunggulan komparatif dan bernilai tambah, sehingga posisi tawar petani lebih baik," tandasnya.
Data Kementerian Perdagangan menunjukkan, ekspor produk pertanian tahun lalu mencapai USD 5,7 miliar, meningkat 2,5 persen dibanding 2012. Selama lima tahun terakhir, ekspor pangan Indonesia tumbuh 5,7 persen.
Baca juga:
Rektor: Ada impor pangan IPB dipertanyakan, itu menyesatkan
Yaris hatchback buat pasar lokal, Yaris sedan diekspor
1.000 unit Toyota Vios buatan Indonesia merapat ke Timur Tengah
Indonesia sulit salip ekspor mobil Thailand
Tahun ini, ekspor mobil ditargetkan 200 ribu unit