Mendag Lutfi Dorong Jakarta jadi Kiblat Produk Halal Dunia
Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan, Jakarta harus menjadi kiblat fesyen muslim dunia. Hal ini seiring dengan jumlah pasar produk halal di Indonesia yang cukup besar.
Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan, Jakarta harus menjadi kiblat fesyen muslim dunia. Hal ini seiring dengan jumlah pasar produk halal di Indonesia yang cukup besar.
"Kita harus menjadikan Jakarta sebagai kiblat fesyen islam dunia. 270 juta rakyat Indonesia sebagian besar adalah umat Islam," katanya, Jakarta, Kamis (28/10).
Selain menggarap fesyen, Mendag Lutfi ingin, memperluas penjualan pasar produk makanan dan minuman serta kosmetik. Dengan ini pasar industri halal akan berkembang dengan maksimal.
"Beberapa bulan ini kita ada dua yang mau kita kerjakan. Bagaimana membina industri halal? Apakah mamin, kosmetik dan industri lain. Ini akan kita garap," katanya.
Dia menambahkan, pengembangan produk halal bukan hanya karena agama. Tetapi ini adalah upaya menjadikan Indonesia negara yang dikenal dengan produknya.
"Bukan berati ini masalah Islam atau bukan Islam. Tetap ini adalah gimmick untuk menjual produk kita ke mancanegara ini bukan hanya jagoan lokal tetapi regional dan global," tandasnya.
Presiden Jokowi Minta Semua Pihak Manfaatkan Pasar Produk Halal Dunia
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi gelaran Trade Expo Indonesia ke-36 Digital Edition (TEI-DE). Tahun ini, Kementerian Perdagangan sebagai penyelenggara menghadirkan forum halal dan fashion muslim.
"Saya mengapresiasi TEI kali ini juga menghadirkan forum halal dan festival fashion muslim karena Indonesia berpotensi sebagai pusat industri halal dunia sekaligus kiblat industri fashion dunia," kata Presiden Jokowi, Jakarta, Kamis (21/10).
Presiden Jokowi menargetkan cita-cita tersebut dapat terwujud pada tahun 2024. Hal ini mengingat pasar halal dunia sangat besar. "Saya menargetkan dapat terwujud pada 2024," katanya.
Berdasarkan laporan state of Global Islamic 2020-2021 warga muslim dunia diperkirakan membelanjakan lebih dari USD2 triliun di sektor makanan, produk farmasi, kosmetik, fashion, serta rekreasi. Tentunya ini merupakan peluang yang harus kita manfaatkan.
"Bapak ibu telah membantu percepatan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mari kita bersama-sama berkontribusi pada pemulihan dan pertumbuhan ekonomi, untuk Indonesia yang lebih maju dan sejahtera," tandasnya.
(mdk/bim)