LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Mendag: Jangan hanya TPP, kita juga harus khawatirkan Brexit

Mendag: Jangan hanya TPP, kita juga harus khawatirkan Brexit. Keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) juga harus dikhawatirkan akan mengganggu berjalannya perjanjian perdagangan bebas Uni Eropa, Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

2016-11-24 16:54:27
Kemendag
Advertisement

Terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) membuat sebagian pihak khawatir perjanjian kelompok kemitraan negara-negara di kawasan Pasifik atau Trans Pacific Partnership (TPP) menjadi batal. Sebab, Donald Trump telah menyatakan akan mengatur ulang sistem perdagangan di Amerika, termasuk perdagangan bebas.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, tidak hanya TPP, namun keluarnya Inggris dari Uni Eropa (Brexit) juga harus dikhawatirkan akan mengganggu berjalannya perjanjian perdagangan bebas Uni Eropa, Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA).

"Ada 2 hal yang harus jadi perhatian serius. Selain TPP tapi juga Brexit," kata Menteri Enggar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (24/11).

Menurutnya, Uni Eropa tidak akan sembarangan melanjutkan perjanjian CEPA tanpa adanya Inggris. Sehingga perjanjian ini dimungkinkan akan terhambat. "Uni Eropa ini akan menjadi persoalan karena perjanjian mereka sendiri tidak bisa bilang Uni Eropa minus Inggris. Mereka akan membutuhkan waktu," imbuhnya.

Untuk itu, pemerintah akan terus mengkaji perjanjian-perjanjian perdagangan bebas yang ditawarkan ke Indonesia. Meski belum bergabung, namun perjanjian tersebut memberikan potensi bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor dalam negeri.

"Ini juga kita melakukan kajian. Apa kita harus mengkonsentrasikan waktu di situ (TPP)? Tidak, kita juga menyebar perdagangan kita ke semua. Kita dibantu dengan Kementerian Luar Negeri untuk menggarap pasar baru," tegasnya.

Baca juga:
Kemendag sebut Indonesia butuh 10 tahun siapkan diri gabung TPP
Pemerintah pikir-pikir kembali gabung TPP usai AS dipastikan keluar
Ini 20 UKM pemenang Pangan Award 2016 dari Kementerian Perdagangan
Peringkat 7 penghasil teh terbesar dunia tapi produk RI kalah saing
Mendag: Sapi Australia mahal, kita buka impor dari Spanyol & Brasil
Ada lapak jual HP selundupan, Mendag tegur sejumlah e-commerce
Mendag soal Rupiah melemah: Eksportir senang, paling jingkrak bombay

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.