Mendag gandeng polisi tindak penimbun sembako jelang Natal
Mendag gandeng polisi tindak penimbun sembako jelang Natal. Menteri Enggar menyatakan bakal mengunjungi pasar-pasar besar untuk memantau ketersediaan bahan pokok jelang hari raya Natal dan Tahun Baru. Kendati begitu, Menteri Enggartiasto optimistis tidak akan terjadi penimbunan bahan pokok di pasar-pasar besar.
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan bakal mengunjungi pasar-pasar besar untuk memantau ketersediaan bahan pokok jelang hari raya Natal dan Tahun Baru. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi adanya penimbunan.
"Kami akan melakukan pertemuan dan juga kunjungan ke pasar besar untuk pantau langsung dan menindak mereka agar distribusi dipersiapkan jauh hari. Juga menghindari terjadinya upaya penimbunan," kata Menteri Enggartiasto di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Selasa (29/11).
Jika nantinya ditemukan penimbunan, Menteri Enggartiasto bakal berkoordinasi dengan Polri untuk menindaklanjuti hal tersebut. Ditegaskan dia, Kemendag dan Polri akan menindak tegas aksi pihak-pihak yang merugikan orang banyak.
"Kalau masih melakukan hal yang merugikan, tentu ditindak sesuai dengan ketentuan undang undang yang berlaku," ujarnya.
Kendati begitu, Menteri Enggartiasto optimistis tidak akan terjadi penimbunan bahan pokok di pasar-pasar besar. Untuk itu, dia akan terus melakukan komunikasi dan pendekatan dengan para distributor.
"Karena kami akan ajak bicara mereka, para distributor agar mereka mengendalikan jaringan distributor tingkat 2, tingkat 3, tingkat 4 sampai tingkat 5. Dengan kondisi seperti itu diharapkan gejolak pangan tidak perlu dikhawatirkan," pungkas dia.
Baca juga:
Aturan harga acuan hanya efektif untuk redamkan gejolak pangan
'Jangankan cangkul, korek kuping pun diimpor'
Perajin: Terus terang, kualitas cangkul China lebih baik
Impor dihentikan, apa kabar proyek cangkul nasional?
Pemerintah klaim peta jalan waralaba Indonesia rampung 2017
Ini strategi pemerintah antisipasi 'pedasnya' harga cabai
Mendag: Jangan hanya TPP, kita juga harus khawatirkan Brexit