Mendag Enggar tentukan porsi penjualan produk lokal di e-commerce
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pemerintah akan segera menetapkan besaran persentase tertentu yang harus dialokasikan e-commerce untuk barang-barang produksi dalam negeri. Mengingat, produk yang dijual melalui e-commerce lebih banyak produk luar negeri.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, mengatakan telah mengundang asosiasi pengusaha e-commerce di Indonesia untuk membahas produk lokal di penjualan online yang selama ini tersisihkan oleh produk luar negeri. Rencananya Mendag beserta para pengusaha akan bertemu di kantornya pada Kamis (22/2).
"Saya akan meminta pada marketplace yang besar-besar agar mereka memberi prioritas untuk produk dalam negeri," kata Mendag, pada wartawan di Hotel Mulia, Senayan, Rabu (21/2).
Mendag Enggar akan meminta para pengusaha e-commerce untuk memberi perhatian lebih terhadap produk lokal. "Yang pasti kami akan imbau dulu supaya pengusaha yang besar ini membantu yang kecil," ujarnya.
Mendag mengatakan, pemerintah akan segera menetapkan besaran persentase tertentu yang harus dialokasikan e-commerce untuk barang-barang produksi dalam negeri. Akan tetapi, Mendag Enggar masih enggan mengungkap berapa persentase yang diinginkan pemerintah itu.
"Belum ada angka. Kita tidak mau memaksakan sesuatu yang akhirnya tidak workable," katanya.
Untuk diketahui, porsi produk lokal di e-commerce yang sangat kecil diungkapkan oleh BliBli, di mana dari 2,5 juta produk, hanya sekitar 100 ribu yang merupakan produk dalam negeri.
Baca juga:
SiCepat Ekspres sebut pertumbuhan bisnisnya melejit tahun 2017
Hari Valentine, merchant Tokopedia kebanjiran order
500 unit OPPO A83 ludes terjual di JD.ID
Ini saran asosiasi agar e-commerce Indonesia tidak dikuasai produk asing
Pengusaha bagikan tips agar toko ritel tak lagi berguguran
Dorong produk lokal di e-commerce, Kadin minta pajak UMKM dibebaskan